Oleh: I Wayan Sudarma, S.Ag, M.Si
Om Swastyastu
Dalam ajaran Bhuwana Kosa Tuhan atau sang pencipta disebut Bhatara Siva. Bhatara Siva adalah Maha Esa, tanpa bentuk, tanpa warna, tak terpikirkan, tak tercampur, tak bergerak, tak terbatas, bersemayam dalam hati setiap makhluk, tanpa awal, tanpa pertengahan dan tanpa akhir serta kekal abadi.
Tuhan bersifat immanent dan transcendent. Imanent artinya meresapi segala sesuatu, ada pada segala sesuatu termasuk pikiran dan indrya, dikatakan Sira Vyapaka. Sedangkan bersifat Transendent artinya meliputi segala tetapi berada diluar batas kemampuan pikiran dan indrya manusia. Meskipun Tuhan Imanent dan Transendent tetapi tidak dapat dilihat dengan kasat mata karena Tuhan bersifat abstrak dan sangat rahasia, karena kerahasiaannya itu Tuhan digambarkan seperti dalam api dan kayu, bagaikan minyak dalam santan. Tuhan dinyatakan ada dimana-mana.
Bhatara Siva adalah asal dari segala yang ada, Alam semesta (Bhuwana Agung) dengan segala sinya dan manusia (Bhuwana Alit) adalah ciptaan-Nya. Semua Ciptaan-Nya bersifat wujud maya yang bersifat tidak kekal karena dapat mengalami kehancuran. Pada saat mengalami kehancuran semua ciptaan-Nya itu kembali kepada-Nya karena ia adalah asal dan tujuan semua yang ada ini. Seperti dikatakan dalam Bhuwana Kosa :
“Mijil sakeng sira lina ri sira muwah-datang dariNya (Siva), dan akan kembali pula kepadaNya.”
Hal ini berarti, walaupun Bhatara Siva bersifat tak terbatas digambarkan juga secara terbatas, karena itu Ia sering disebut dengan nama yang berbeda-beda seperti Brahma, Wisnu, Iswara, Rudra sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Beberapa petikan mantra dalam Bhuwana Kosa :
* Bhatara Siva Maha gaib, tanpa awal, tanpa pertengahan, tanpa akhir, amat suci:
“Keadaan Sang Hyang Siva berada di hati semua mahluk, tanpa awal, tanpa pertengahan dan tanpa akhir, Keberadaan Beliau kekal berwujud seperti putaran air. Demikianlah beliau tampak oleh Sang Yogiswara.”
* Bhatara Siva sumber segala dan tujuan kembalinya semua yang ada:
“Penampakan Bhatara Siva dalam menciptakan dunia ini adalah Brahma, wujudnya waktu memelihara dunia ini adalah Visnu, Rudra wujudnya waktu mempralina dunia ini, demikian ketiga wujudnya namun beda nama.”
* Bhatara Siva bersifat Imanent dan Transendent:
“Sang Hyang Siva ada dimana-mana, tetapi sangat halus tidak dapat dibayangkan , beliau bagaikan angkasa tidak terjangkau oleh pikiran dan panca indra.”
* Bhatara Siva ada dimana-mana:
“Api ada pada kayu tetapi tidak kelihatan karena sangat halus, itulah ibarat angkasa. Demikianlah Sang Hyang Mahadewa ada pada semua yang berwujud tetapi beliau tidak tampak karena kehalusan Beliau.”
Om Santih Santih Santih Om
*Sumber Bacaan: Bhuwana Kosa, teks dan terjemahan, Upada Sastra, Denpasar