My Inspiration


Om Swastyastu

Mutiara Dharma 06/11/2013:

“SMS = Senang Melihat orang lain Sukses dan Sedih Melihat orang lain Susah BUKAN Senang Melihat orang lain Susah dan Sedih Melihat orang lain Sukses”.

Suatu hari ada seorang Bapak dengan seorang anaknya & seekor keledai melakukan suatu perjalanan.

Tibalah mereka di kota A,
Sang Anak naik keledai, sementara Bapaknya berjalan di sampingnya,
Orang-orang berkata:
“Dasar anak tak tahu diri, masa bapaknya disuruh jalan kaki.”

Ketika tiba di kota B,
Gantian Sang Bapak yang naik keledai itu, Sedang anaknya jalan di sampingnya, lalu orang-orang berkata: “Gimana sih, tuh bapak, masa anaknya di biarkan jalan kaki.”

Dan saat berada di kota C,
Mereka berdua menaiki keledainya bersama, orang-orang yang melihatnya berkata: “Dasar anak dan bapak tidak punya perasaan, masa keledai dinaikin berdua sih?”

Akhirnya merekapun sampai di kota D, Mereka berjalan kaki sambil memegang tali keledai dan tetap ada saja orang-orang berkata: “HaaaaHH…dasar bapak dan anak yang bodoh, masa punya keledai tidak digunakan sama sekali.”

Dan saat melintasi kota E dengan menggendong Keledai tersebut (karena sakit), orang-orang yang berpapasan pun terheran-heran penuh tanda tanya. Dan komentarnya: “Dasar Eudan. Dunia sudah kebalik, keledai menunggangi manusia.”

Sahabat, ada pesan moral yang bisa kita petik dari kisah cerita ini:

Dimanapun kita berada akan selalu ada pandangan NEGATIF dari orang-orang di sekitar kita.

Tapi satu hal yang harus kita lakukan adalah: TETAplah BERPIKIRAN POSITIF untuk melihat orang-orang yang ada di sekitar kita.

Semua tergantung dari MINDSET kita sendiri.

Walau dalam kenyataan sangatlah mudah untuk MELIHAT KEKURANGAN & KEJELEKAN orang lain, dan lebih mudah MENANGIS melihat orang yang BERSEDIH, Daripada TERTAWA melihat orang yang sukses….:), semogalah itu tidak terjadi pada diri kita setelah membaca kisah ini.

Om Awighnamastu.

Om Santih Santih Santih Om
~ I Wayan Sudarma
Catatan pinggir Jalan, Bali-06 Nopember 2013

Advertisements

Om Swastyastu

Setiap manusia (Manava) selalu memiliki sisi Baiknya (Madhava) dan juga sisi Jahatnya (Danava)
Dalam bahasa sederhana sering diungkap dengan istilah; Manusa tuah maparagayan Dewaya Bhutaya (manusia adalah perwujudan dewa dan juga bhuta). Itu sebabnya dalam berbagai teks Lontar tentang kelahiran dan sifat manusia, seperti Teks Tutur Gong Besi, teks Lontar Sodasiwikrama, teks Lontar Wrhaspati Kalpa, teks Lontar Pertithi Sambut Pada selalu menyebutkan Manusia secara holistic dengan berbagai elemen yang menyusunnya, bukan saja dari unsur/sifat dewata, bhuta, tetapi juga sifat dari hewan, burung, kayu, bunga, batu dan juga bintang dan planet-planet.

Penggambaran Manusia Dalam Teks Lontar Bali

Jika dalam dirinya lebih banyak memiliki sifat-sifat kebaikan (madhava) atau sifat-sifat kedewataan maka ketika ia disusupi oleh sifat buruk (Danava) atau sifat-sifat keraksasaan; sifat Danavanya akan dapat dikendalikan sehingga tidak ‘ngerebeda’ atau merugikan; namun justru dapat dimanfaatkan ke arah kabaikan yang lebih besar pada dimensi ‘Sakti’ dan ‘Siddhi’. Dan demikian pula sebaliknya. Orang akan benar-benar menjadi jahat tatkala sifat Madhavanya merosot dan kemudian acapkali disusupi oleh sifat Danavanya.

Film Venom

Setelah saya menonton film VENOM, saya dalam hati berguman: Leluhur Saya Sudah memiliki peradaban sangat Maju mengenai konsep Manusia. Hanya saja belum mampu disampaikan dengan lebih Logis. Jangan-jangan Film Venom dibuat setelah sutradaranya membaca teks-teks lontar warisan leluhur kita…..Who Know….??

Om Santih Santih Santih Om
~ I Wayan Sudarma
Bali, 17 Oktober 2018

“Kita menikmati kehangatan karena pernah pernah kedinginan. Kita menghargai cahaya, karena kita pernah dalam kegelapan. Kegelapan bukan hukuman, ia adalah kerinduan jiwa di dalam untuk segera menemukan cahaya. Maka begitu pula, kita dapat bergembira karena kita pernah merasakan kesedihan.”
#mutiaradharma
#dailydiggest
#suluhurip

Om Swastyastu

Buah lokal yang FENOMENAL

Pohon buah ini tumbuh di daerah beriklim tropis, Sebagai tanaman liar, tetapi sekarang sudah banyak yang mengupayakan pencangkokan agar bisa di tanam di Kebun atau di pekarangan rumah, juga lebih praktis lagi sekarang sudah bisa di tanam di pot..Di Bali tanaman ini di kenal dengan nama Ara, atau Aa(baca:e e).

Siapa sangka Ternyata nutrisi yang terkandung pada buah Aa ini sangat kaya dan sangat berguna bagi kesehatan.

Sangat cocok di konsumsi Oleh anak anak, untuk merangsang kecerdasannya.

Buah Aa yang sudah matang bisa di konsumsi langsung, bisa juga buat juice, rujak(salad),atau bisa di awetkan dengan cara di bikin selay atau manisan Aa yang lezat.

Karenanya buah Aa ini berkasiat untuk menyembuhkan , melancarkan Bab, jantung,menurunkan berat badan,darah tinggi,ambien,bisul, jerawat, cancer payudara,juga untuk menguatkan tulang.

Untuk memecahkan Batu ginjal, boleh minum rebusan daun Aa ini secara teratur, dan satu lagi menurut penelitian para ilmuan,buah Aa ini mengandung asam Amino,membantu meningkatkan libido dan stamina seksual, So sangat cocok untuk pria dan wanita, dianjurkan untuk yang sudah berpasangan.

Semoga Bermanfaat

Om Santih Santih Santih Om

(Dari berbagai sumber)

Om Swastyastu
Saat usia kita remaja, JERAWAT menjadi salah satu momok yang menakutkan. Ketika sebuah jerawat tiba-tiba muncul di wajah, rasanya seperti dunia mau runtuh. Kepercayaan diri terasa hilang, keceriaan berubah menjadi kemurungan, dan pikiran yang selalu tak tenang memikirkan betapa jelek wajah ini karena jerawat. Jerawat menjadi sebuah masalah yang begitu besar.
Namun, saat sekarang, dimana usia sudah tidak lagi remaja, sudah matang, sudah jauh dewasa dan mungkin sudah akan mulai uzur. Saat direnungkan kembali tentang permasalahan jerawat waktu remaja, mungkin kita akan tersenyum dan menyadari, betapa REMEH dan betapa SEPELE sebenarnya masalah tersebut. Dan kitapun tersadar betapa waktu itu, kita telah kehilangan banyak waktu hanya untuk memikirkan dan mempersoalkannya. Bahwa hal remeh tersebut sejatinya sama sekali tak layak untuk dipikirkan dan dipersoalkan.

Demikianpun dalam kehidupan kita sekarang ini. Kita terlalu sibuk memikirkan hal-hal yang remeh, dan sepele. Kita sibuk memikirkan berbagai persoalan hidup yang remeh, sibuk memikirkan penilaian orang lain tentang kita atau sibuk menilai orang lain serta mengejar dengan berbagai usaha berbagai hal sepele dan remeh. Sibuk mengejar dan mengumpulkan berbagai harta duniawi dan kehormatan semu, yang mungkin semua tahu bahwa itu hanya sementara. 
Kita menyibukan diri dengan begitu banyak hal REMEH dan SEPELE, sampai kita lupa untuk mencari, mengejar dan mendapatkan hal yang jauh lebih BESAR. Kita lupa mencari dan mengumpulkan bekal rohani serta usaha mencapai kebahagiaan yang sejati. 
Jangan membuang – buang waktu demi hal-hal yang remeh dan sepele, karena waktu sangat berharga. Waktu adalah hidup kita dan waktu tak akan menunggu kita. Ketika waktu berkunjung di dunia habis, semua hal sepele dan remeh tersebut tak akan menemani dan menolong kita. Hanya hal BESAR yang akan menemani dan menolong kita. Dan hal besar itu adalah karma baik kita.
Kirang langkung sinampurayang.

Om Santih Santih Santih Om

Om Swastyastu

Umumnya orang berdoa kepada Tuhan untuk KEBAIKAN, namun belakangan ini ada yang Notabene tokoh agama JUSTRU berdoa keras-keras di depan masyarakat umum, tapi isi doanya adalah memohon agar Tuhan MENIMPAKAN HAL YANG BURUK pada orang atau sekelompok orang lain yang tidak sejalan dengan dirinya. Tuhan yang dipercaya MAHA BAIK  itu, diminta untuk MENCELAKAI orang. Entah, dia sedang berdoa kepada siapa sesungguhnya ? Karena pekerjaan mencelakai orang itu biasanya dipercaya sebagai pekerjaan SETAN.”

Om Santih Santih Santih Om
❤ I Wayan Sudarma (Jero Mangku Danu)©

#MangkuDanuQoutes

#CyberDharmaIndonesia

Kerinduan dan Kecintaan terhadap Warisan Leluhur adalah sebuah Bhakti;

Mendedikasikan diri lewat Ngayah adalah pengamalan Karma;
Belajar dan berbagi serta saling melengkapi adalah Jnana utama;
Fokus, Konsentrasi, Tenang dalam Bhakti, Berkarma dan Belajar, kemudian ia digunakan untuk memuliakan Sangkan Paraning Dumadi, darinya akan menghasilkan Kepuasan Bathin (Atmanastusti) inilah Yoga. Inilah Catur Marga Dalam Keseharian
Rahayu

❤️ I Wayan Sudarma 

Next Page »