mantra


Om Swastyastu

Om Awighnamastu namo siddham
Om Brahma Wisnu Mahadewa, toyas tu toya dewakah, amertham sakalam dehi, gangga dewi prabhawatah.

Pelawatan Ida Bhatari Danu


Om danu jnanam maha gangga, sagaro maralayate, narayana adi agaro’pi, kumbha tirtham maha nadi.
Om Brahma Wisnu Rudras ca, toyas ca toya dewakah,  amertham sakalam dehi, gangga dewi namo namah
Om meru pradaksinam kertham, klesa narayana priyam, sarwa tattwa mukha punyam, ripu klesa winasanam.
Om Danu tirtha ye nityam suddha lara suddha rogha ya namah swaha.

_________

Kaketus Saking: Pelelintihan Hair Hawang

_________

Pesisi desa Kedisan-Danu Batur


Dumogi Lingga Acala Gunung Batur lan Danu Batur rauhing Ka Palemahan Wingkang Ranu trepti, santih lan rahayu.
❤ Jero Mangku Danu

Advertisements

From: sudarma <shri_danudp@yahoo.co.id>; 
To: PSN <sanggrahanusantara@gmail.com>; 
Subject: Bija Mantra 
Sent: Wed, May 19, 2010 7:46:35 AM 

MANTRA, PRANAVA, DAN BIJA AKSARA

Oleh: I Wayan Sudarma (Jro Mangku Danu)

Om Swastyastu

MANTRA
berasal dari suku kata ‘man’ yg berarti berpikir dan suku kata ‘tra’, berasal dari ‘trai’ yang artinya melindungi atau bebas dari belenggu samsara atau penampakan duniawi. Dari kombinasi ‘man’ dan ‘tra’, jadilah mantra, yang menimbulkan 4 tujuan manusia; dharma, artha, kama dan moksa. “Mananat trayate iti mantrah”-dengan manana (pemikiran yang tetap atau pengumpulan kembali) dengan mana seseorang dilindungi atau dilepaskan dari perputaran kelahiran dan kematian, itulah mantra. Mantra bersifat illahi. Ia merupakan daya-daya Illahi atau Daiwi Sakti yang diwujudkan dalam satu badan yang sehat. Mantra itu sendiri adalah Dewata. Setiap orang yang mengucapkan sebuah mantra hendaknya mencoba nilainya yang terbaik untuk mewujudkan kesatuannya dengan Mantra yang kita ucapkan, tentu ini tergantung dari sejauh mana usaha ya g kita lakukan, sehingga daya dari mantra dapat memenuhi, melengkapi pemujanya. Seperti nyala api yang diperkuat oleh angin, demikian pula daya sakti dari pribadi sadhaka, diperkuat oleh mantra yang diucapkannya, sehingga sakti pribadi bergabung dengan mantra sakti, sehingga membuatnya menjadi lebih kuat.

Mantra Dewata, adalah aksara atau kombinasi aksara yang mewujudkan Dewata tersebut pada kesadaran sadhaka, yang telah memanggilnya dengan sadhana. Mantra merupakan suatu massa (kelompok besar) dari cahaya/teja/energi. Mantra membangkitkan daya-daya super alami.

Mantra; mempercepat, dan menghasilkan kekuatan daya cipta, mantra menghasilkan keselarasan. Sebuah mantra memiliki daya melepaskan kesadaran kosmos dan super kosmos. Ia memberikan pencerahan, kemerdekaan, kedamaian tertinggi, kebahagiaan abadi dan kekekalan, pada sadhaka. Sebuah mantra apabila diulang-ulang  secara tetap dan terus menerus, akan membangkitkan kesadaran. (Cit atau Caitanya), karena kesadaran itu terpendam dalam sebuah mantra.

Sebuah mantra memiliki 4 keadaan mendasar jika dilihat dari gelombang suara:
1. Waikari; padat, suara mantra yang dapat didengar, suara dalam kelainan yang maksimum,
2. Madhyama; atau suara mantra dalam, halus, lebih halus keadaannya dimana tak dapat didengar oleh telinga phisik.
3. Pasyanti; suara mantra yang  lebih tinggi lagi, lebih dalam, keadannya lebih halus lagi.
4. Para; yang mewakili Iswara-Sakti dan merupakan keadaan suara potensial/Karana yang adalah Awyakta/tak terbedakan, karena merupakan sumber alam semesta.

Jadi setiap mantra yang diucapkan merupakan sebuah sabun pembersih spiritual, yang membersihkan pikiran. Bahkan, pensitiran sedikit saja dari sebuah mantra, dengan Sraddha, Bhawa, dan konsentrasi pada maknanya, dengan pikiran terpusat, akan menghancurkan segala kekotoran pikiran.

Pengulangan mantra pancaksara ‘Om Namah Sivaya’ akan menghasilkan wujud Siwa. Pengulangan dari ‘Om Namo Narayana’, yaitu Astaksara mantra dari Wisnu, akan menghasilkan wujud Wisnu, dan sebagainya. Oleh karenanya dikatakan bahwa Mantra dari Dewa, adalah Dewa itu sendiri.

PRANAVA
adalah yang memberikan daya hidup terhadap sebuah suku kata, kata, rangkaian kata-kata, kalimat; dalam hal ini Pranava tak lain adalah OM. Om adalah nama atau simbol dari Tuhan, Iswara atau Brahman. Om merupakan Nama kita yang sesungguhnya, OM meliputi atau menyelimuti keseluruhan dari ketiga tahapan pengalaman manusia. OM berarti segala penampakan dunia ini. Dari Pranava Om alam semesta indriyani diproyekasikan-dunia ini ada dalam OM dan diserap dalam OM. ‘A’ dimaksudkan dengan dasar phisik. ‘U’ dimaksudkan dengan dasar mental atau astral, yang merupakan dunia dari jiwa yang cerdas atau segala sorga. ‘M’, dimaksudkan dengan seluruh keadaan tidur nyenyak tanpa mimpi, yaitu segala yang mengatasi pencapaian kesadaran.
Intinya Om adalah suara Mula dari semua Suara, Om adalah Ibu dari semua Aksara.

BIJA MANTRA/AKSARA
Satu Bija mantra merupakan sebuah benih huruf. Ia merupakan sebuah mantra yg amat ampuh. Setiap Dewata memiliki Bija-Aksaranya sendiri-sendiri. Yang terhebat dari semua Bija Mantra adalah OM atau Pranava, karena Ia merupakan simbol dari Para Brahman atau Paramatman sendiri. 

Biasanya sebuah Bija Mantra mengandung sebuah aksara tunggal. Kadang-kadang tersusun atas beberapa suku kata. Umapanya , Bija Mantra “KAM”, memiliki huruf tunggal dengan anuswara atau candrabindu, yang membentuk pangakhiran dari semua Bija Mantra. Dalam Candrabindu, Nada dan Bindu bercampur jd satu bersama-bersama. Beberapa Bija Mantra tersusun atas gabungan huruf-huruf sseperti mantra”HRIM”, Bija Mantra memiliki suatu makna dalam yang berarti dan sering tidak membawa suatu arti pada permukaannya. Artinya sangat halus, dan bersifat mistis. Bentuk dari Bija Mantra, merupakan bentuk dari Dewata yang dimaksudkan dengan Mantra tersebut.

Beberapa contoh Bija Mantra:
1. Bija Mantra untuk Panca Maha Bhuta; Akasa-HAM, udara-YAM, api-RAM, air-WAM, dan tanah-LAM

2. Bija mantra HAUM- dalam mantra ini, HA adalah Siwa. AU adalah Sadasiwa. Nada dan Bindu, maksudnya yg mengusir kesedihan. Dengan Bija Mantra ini Tuhan Siwalah yang hendak dipuja.

3. Bija Mantra DUM- berasal dari suku kata DA yang artinya Dhurga. U artinya melindungi. Nada berarti Ibu alam semesta. Bindu-kegiatan (pemujaan atau doa). Ini merupakan Bija Mantra untuk  Dhurga.

4. Bija Mantra KRIM-dengan mantra ini KALIKA yang hendak dipuja, KA- adalah Kali, RA adalah Brahman, I adalah Mahamaya, Nada adlah Ibu alam semesta, dan Bindu adalah pengusir kesedihan.

5. Bija Mantra HRIM-ini adalah mantra Mahamaya atau Bhuwaneswari. HA- artinya Siwa, RA- adalah Prakrti, I- artinya Mahamaya. Nada-ibu alam semesta. Bindu- pengusir kesedihan.

6. Bija Mantra SRIM- ini merupakan Bija Mantra dari Mahalaksmi. SA-Mahalaksmi, RA-kekayaan, I- kepuasan/pemenuhan, Nada- Apara/Brahman yg terwujudkan atau Iswara, Bindu- pengusir kesedihan.

7. Bija Mantra AIM-ini merupakan Bija Mantra dari Saraswati. AI-Saraswati, Bindi- pengusir kesedihan.

8. Bija Mantra KLIM-merupakan Kamabija. KA- penguasa keinginan/ Kamadewa. KA- juga dapat diartikan Krshna. LA- artinya Indera, I- pemenuhan /kepuasan, Nada dan Bindu- yang memberikan kebahagiaan dan kesedihan.

9. Bija Mantra HUM- dalam bija ini HA-Siwa, U-Bhairawa, Nada-yg tertinggi, Bindu- pengusir kesedihan.

10. Bija Mantra GAM-ini adalah Ganesa, GA-ganesa, Bindu-pengusir kesedihan.

11. Bija Mantra GLAUM- ini juga bija mantra Ganesa. GA-ganesa, LA-meresapi, AU- semarak atau cemerlang, Bindu- pengusir kesedihan.

12. Bija Mantra KSRAUM-merupakan bija mantra Narasimha. KSA-Narasihma, RA- Brahma, AU- dengan gigi yg mengarah ke atas, Bindu-pengusir kesedihan.

13. Bija Mantra HRAM HRIM SAH- Hram-ayah illahi, Hrim-Ibu Illahi, Sah-Tuhan; hormat kepada ayah akasa-ibu pertiwi dan Tuhan/Surya.

Dan banyak lagi Bija Mantra yg lain untuk menyatakan Dewata yang bermacam-macam, misalnya WYAM-untuk Wyasa, BRIM-untuk Brhaspati, dan RAM-untuk Rama, dan lain sebagianya.

Inggih apurayang wantah itu yang mampu tiang share bu…jika semeton lainnya wenten malih rarisang

Rahayu
IWS
Dedicated by  isudharma

—–Original Message—–
From: Parwati Agung
Sender: hindu-dharma-bounces@itb.ac.id
Date: Mon, 17 May 2010 08:29:04 
To:
Reply-To: hindu-dharma@itb.ac.id
Subject: [hindu] Bija Mantra

Om Swastiastu,

uraian di bawah memancing keusilan saya untuk bertanya.
untuk memuja Dewa Siwa, ada yang melapalkan mantra 5 silabel (Na Ma Si Va Ya), kemudian ada bija mantranya seperti yang bapak tulis dibawah. 
Bija Mantra untuk masing masing dewa-dewi juga ada.
pertanyaan saya, 
1). apa bedanya antara Bija Mantra dengan katakanlah seperti 5 silabel untuk Dewa Siwa. begitu juga untuk Dewa-Dewi lainnya.
2). kapan Bija Mantra itu boleh di lantunkan (di mantra-kan) 
3). apakah benefit Bija Mantra lebih baik dari benefit Mantra2 lainnya yang bukan Bija Mantra?

suksma//

________________________________
From: I W Sudarma
To: hindu-dharma@itb.ac.id
Sent: Mon, 17 May, 2010 6:15:47 PM
Subject: Re: [hindu] Siva Samhita

Om Swastyastu,
Ampura yang tiang sampaikan ini baru moncolnya saja, kl isi detailnya. Lebih baik baca bukunya..!

Inti isinya; menjelaskan hakikat diri pribadi dlm kaitannya dgn Diri Semesta, serta jalan yang dapat dilalui atau digunakan untuk mewujudkan hakekat Diri Pribadi tersebut.
Juga menjelaskan simpul-simpul cakra yang ada. Dalam tubuh manusia, serta usaha untuk membangkitkan Dewi Kundalini-atau yang berkaitan dengan yoga.

Buku Siva Samhita yang saya punya. Itu ditulis oleh Rai Bahadur Srisa Candra Vasu-terdiri dri 5 bab. Bab1 menguraikan tentang: keberadaan, yoga sebagai satu-satunya jalan yang sejati, karma kanda, jnana kanda, jiwa, yoga, maya, pengertian paramahamsa, evolusi, involusi, dan lain-lain.

Detailnya monggo dibaca-krn bukunya sudah ada yang bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Paramita Surabaya.

Bagi saya yg  paling menarik adalah. Bija mantra untuk Siva: OM AIM KLIM STRIM dimana saya sudah mempraktekkannya sejak hampir 10 th…dan saya banyak mendpt manfaat dari bija mantra ini, ygan dijelaskan  pada sloka yang ke 188-212

Inggih kenten dumun..
Dedicated by  isudharma

—–Original Message—–
From: Gede rupa
Sender: hindu-dharma-bounces@itb.ac.id
Date: Mon, 17 May 2010 15:12:46 
To:
Reply-To: hindu-dharma@itb.ac.id
Subject: [hindu] Siva Samhita

Om Svastyastu,
Ada seorang teman bertanya tentang Siva samhita, apakah siva samhita ini
masuk catur veda?
saya sendiri tidak tahu siva samhita itu seperti apa…
adakah yang tahu?

Om Santih Santih Santih Om

Om Swastyastu.
Niki tiang petikkan puja stawa rikala Gerhana Matahari Bertepatan dengan Hari Suci Nyepi (09/03/2016:

suryagrahanna-pidaparihara stava:

Om indro’nalo dandadhararca. Rksah pracetaso-vayu-kubera-isah, majanma-rkse mama rasi-samsthe arko’paragam samayantu sarve Suryaya namah svaha.
_______

image

Om Sanghyang Widhi dalam prabahwaMu sebagai dewanya para dewa yang perkasa yang bersenjatakan danda berkilauan, pelindung jagat raya dan isinya, yang menghasilkan udara (vayu), yang memberi kehidupan (kuvera), yang melindungi manusia (janma), Engkaulah Pusat dari planet-planet (rasi), semogalah semuanya (samstha) terbebaskan dari segala penderitaan (samayantu sarve). Hormat padaMu Bhatara Surya.
*Sumber: kitab Stotramala

image

Inggih dumogi mapikenoh. Suksma
Om Santih Santih Santih Om
♡ Jro Mangku Danu

Mantram ini dipanjatkan Ketika Memuja Ṥiva Liṅga Pada Hari Ṥivaratri

image

Brahmamurāri surārchita liṅgaṁ
Nirmalabhāsita sobhita liṅgaṁ
Janmajaduḥkha vināsaka liṅgaṁ
Tat praṇamāmi sadāśiva liṅgaṁ
(Sujud kepada Sadasivalingga, dipuja oleh Brahma, Visnu dan para  Deva lainnya, dengan kata-kata yang suci serta tulus dan yang  menghancurkan siklus kelahiran dan kematian)

Devamuni pravarārchita liṅgaṁ
Kāmadahaṁ karunākara liṅgaṁ
Rāvaṇa darpa vināsana liṅgaṁ
Tat praṇamāmi sadāśiva liṅgaṁ
(Sujud kepada Sadasivalingga, penghancur Dewa Kama, yang dipuja oleh  para Deva serta orang suci (muni), yang memiliki kasih tak terbatas dan  yang menundukkan kesombongan Ravana)

Sarva sugandhi sulepita liṅgaṁ
Buddhi vivardhana kāraṇa liṅgaṁ
Siddha surāsura vandita liṅgaṁ
Tat praṇamāmi sadāśiva liṅgaṁ
(Sujud kepada Sadasivalingga, yang dilumuri dengan berbagai bau  wewangian yang semerbak, yang meningkatkan kekuatan budhi, kebajikan dan  cahaya kebijaksanaan, serta yang membuat para siddha, sura dan asura  menjadi tunduk)

Kanaka mahāmaṇi bhūsita liṅgaṁ
Phanipati veṣṭita sobhita liṅgaṁ
Daksa suyajña vināsaka liṅgaṁ
Tat praṇamāmi sadāśiva liṅgaṁ
(Sujud kepada Sadasivalingga, penghancur yajna yang dilakukan oleh  Daksha, berhiaskan berbagai permata dan cahaya dari ular Deva yang  melilit)

Kuṅkuma  candana lepita liṅgaṁ
Paṅkaja hāra susobhita liṅgaṁ
Sañcita pāpa vināsaka liṅgaṁ
Tat praṇamāmi sadāśiva liṅgaṁ
(Sujud kepada Sadasivalingga, yang dilumuri dengan pasta kunyit dan  cendana, berkalungkan rangkaian teratai, dan pengampun dari timbunan  dosa-dosa)

Deva ganārcita sevita liṅgaṁ
Bhāvair bhakti bhireva ca liṅgaṁ
Dinakara koṭi prabhākara liṅgaṁ
Tat praṇamāmi sadāśiva liṅgaṁ
(Sujud kepada Sadasivalingga, yang dipuja para Deva dengan penuh  pikiran suci dan bhakti serta yang kemegahannya laksana jutaan matahari)

Aṣṭadalopari veṣṭita liṅgaṁ
Sarva samudbhava bhireva kārana liṅgaṁ
Aṣṭa daridra vināsaka liṅgaṁ
Tat praṇamāmi sadāśiva liṅgaṁ
(Sujud kepada Sadasivalingga, penghancur semua kemiskinan dalam  kedelapan aspeknya, yang menyebabkan semua penciptaan dan yang berdiri  pada kedelapan dala)

Suraguru suravara pūjita liṅgaṁ
Suravana puṣpa sadārcita liṅgaṁ
paramapadaṁ paramātmaka liṅgaṁ
Tat praṇamāmi sadāśiva liṅgaṁ
(Sujud kepada Sadasivalingga,merupakan wujud transcendental, dan  Kesadaran Agung, serta dipuja oleh para sura danpendeta dengan beraneka  bunga dari taman sorga)

Liṅgāṣtakamidam puṇyam
Yaḥ paṭhet śivasannidau
Ṥivalokamavāpnoti
Ṥivena saha modate
(Siapa saja yang mengujarkan/melantunkan sloka ini, memuja Sivalingga  sebagai kehadiran Deva Siva, akan mencapai Siva Loka dan menikmati  disana bersamaNya dengan anugerah dan keindahan tanpa akhir)

image

____________
Sumber:  Stotramala
Compiled and Translated to Bahasa Indonesia by: I Wayan Sudarma, S.Ag, M.Si

Semoga bermanfaat bagi kita yang pada hari Kamis, 10-01-2013 melaksanakan  Brata Sivaratri.

Om Swastyastu
Om Namah Siwaya
Om Namah Rudraya
Om Aim Klim Strim Namah Siwaya.

image

Om Nidhanapataye namah, Nidhanapatantikaya namah swaha.

Om Urdhwaya namah, Urdhwa Linggaya namah swaha

Om Hiranyaya namah, Hiranya Linggaya namah swaha.

Om Suwarnaya namah, Suwarna Linggaya namah swaha.

Om Diwyaya Namah,  Diwya Linggaya namah swaha.

Om Bhawaya namah, Bhawa Linggaya namah swaha.

Om Sarwaya namah,  Sarwa Linggaya namah swaha

Om Siwaya namah, Siwa Linggaya namah swaha.

Om Jwalaya namah, Jwala Linggaya namah swaha.

Om Atmaya namah, Atma Linggaya namah swaha.

Om Paramaya namah, Parama Linggaya namah swaha

Om Tat Somasya Suryasya Sarvalinggam Sthapayati Panimantram Pavitram ya namah swaha.

image

Om Santih Santih Santih Om
* Sumber: Siwa Mahima Samhita

Om Swastyastu
Om Namo Dhurgayai Namah
Om Bhuaneswariyai Namah
Om Aim Kalim Ya Namah

image

Om bhairawi dewi Gurubhyo Namah Shri
Om bhairawi dewi Swayambhu Namah Shri
Om bhairawi dewi Swadharini Namah Shri
Om bhairawi dewi Maha Kalyani Namah Shri
Om bhairawi dewi Maha Bhadrani Namah Shri
Om bhairawi dewi Maheswari Namah Shri
Om bhairawi dewi Nageswari Namah Shri
Om bhairawi dewi Visveswari Namah Shri
Om bhairawi dewi Someswari Namah Shri
Om bhairawi dewi Duhkha Samhari Namah Shri
Om bhairawi dewi Hiranyagarbhini Namah Shri
Om bhairawi dewi Amrtavarshini Namah Shri
Om bhairawi dewi Bhaktarakshini Namah Shri
Om bhairawi dewi Subhagya Dayini Namah Shri
Om bhairawi dewi Sarwa Janani Namah Shri
Om bhairawi dewi Garbhadayini Namah Shri
Om bhairawi dewi Sunyavasini Namah Shri
Om bhairawi dewi Mahanandini Namah Shri
Om bhairawi dewi Vameshwari Namah Shri
Om bhairawi dewi Karmapalini Namah Shri
Om bhairawi dewi Yoniswari Namah Shri
Om bhairawi dewi Linggarupini Namah Shri
Om bhairawi dewi  Syamasundari Namah Shri
Om bhairawi dewi Trinetrini Namah Shri
Om bhairai dewi Sarvamanggali Namah Shri
Om bhairawi dewi Mahayogini Namah Shri
Om bhairawi dewi Klesanasini Namah Shri
Om bhairawi dewi Ugrarupini Namah Shri
Om bhairawi dewi Divyakamini Namah Shri
Om bhairawi dewi Kalarupini Namah Shri
Om bhairawi dewi Trisuladarini Namah Shri
Om bhairawi dewi Yaksakamini Namah Shri
Om bhairawi dewi Muktidayini Namah Shri

image

Om Mahadewi Lingga Bhairawi Namah Shri
Om Shri Shambhawi Lingga Bhairawi Namah Shri
Om Maha Sakti Lingga Bhairawi Namah Shri
Om Namah Shri, Namah Shri, Dewi Namah Shri

Om Santih Santih Santih Om
*Sumber: Siwa Mahima Samhita

Om Swastyastu

Mantram-Mantram untuk Meru (Tempat Pemujaan kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa Di Bali

1. Meru Tumpang Satu:
Om Santhe lalokha namah,
Santhe yokiko pramada
Namo namah hinasana,
Hina Widhi Hina mantram
Tan teteh wacatan pramada
Ya namo namah

2. Meru Tumpang Tiga:
Om Am Um Mam Brahma Visnu Isvaram devam Sadasiva parama siva sarasvatyam lingga meru, Sadhyam ngaskara deva sidhi ya namo namah

3. Meru Tumpang Lima:
Om Am Um Mam Tam deva pancam
Saktyam sarva suci kusuma tayem dewa
Dewi namo namah, Am Um Mam Tam Om namo namah

4. Meru Tumpang Tujuh:
Om Sapta devataya ya sapta resi
Siva tattvam sapta pravatam deva devi
Sidhi sarva suci jaya suksma ya namo namah
Am Ah ya namah

5. Meru Tumpang Sembilan:
Om Am Ah nama deva sidhi deva devi
Sobhagam sidhi sidhi sidaya nama swaha

6. Meru Tumpang Sebelas:
Om Ekaksaram siva lingga sarva sidhi
Adnyanam siva tattva dadi succyam
Suksma ya namo namah sarva puja mahasidhi
Jagadnata pranamya deva devi anugraham
Om Am Eka sidha sidhi ya namo nama

Om Santih Santih Santih Om
*Sumber Lontar Padma Bhuana-Druwe Geria Aan-Klungkung

Next Page »