Advertisements

 

Saripati Bhagavad Gita

Om Swastyastu
Mengapa engkau khawatir tanpa sebab?
Siapa yang engkau takuti tanpa alasan?
Siapa yang bisa membunuhmu?
Jiwa tidak pernah lahir, juga tidak akan pernah mati.

Apapun yang telah terjadi,
terjadi untuk sesuatu yang baik;
Apapun yang sedang terjadi,
terjadi untuk hal yang baik;
Apapun yang akan terjadi,
Juga akan terjadi untuk hanya yang baik.

Kamu tidak perlu menyesal terhadap masa lalu
Kamu tidak perlu khawatir dengan hari esok
Hari ini…Saat inilah yang sedang terjadi…yang nyata adanya

Apa yang telah hilang yang menyebabkan dirimu menangis?
Apa yang ada bersamamu, yang menurutmu telah hilang?
Kamu tidak membawa apapun
Apapun yang kamu miliki, kamu menerimanya dari sini

Apapun yang kamu ambil, kamu mengambilnya dari Tuhan
Apapun yang engkau berikan, kamu memberikannya pada Tuhan
Kamu datang dengan tangan kosong, kamu juga akan pergi dengan tangan hampa

Apa yang menjadi milikmu hari ini, hari sebelumnya merupakan kepunyaan orang lain;
Dan akan menjadi milik orang lain di kemudian hari
Adalah kekeliruan memiliki pikiran bahwa ini dan itu adalah milikmu.
Kebahagiaan palsu inilah yang menyebabkan banyak penderitaan bagimu

Perubahan adalah hukum alam semesta
Apa yang engkau anggap sebagai kematian, sejatinya adalah kehidupan
Hari ini, di sini dirimu bisa saja adalah seorang jutawan, namun di lain tempat, di lain waktu engkau bisa saja sedang dalam kemiskinan

Milikmu dan milikku, besar dan kecil, hapuskanlah ide ide tersebut dari pikiranmu
Semua yang ada padamu, termasuk dirimu adalah milik semua orang
Tubuh ini bukan milikmu, demikian pula dirimu bukanlah tubuh/badan ini

Tubuh terbuat dari api, air, udara, tanah, dan ether;
dan akan kembali ke unsur-unsur ini
Tapi jiwa bersifat kekal abadi,
lalu siapakah dirimu?

Dedikasikanlah dirimu kepada Tuhan
Dialah satu-satunya yang pantas diandalkan
Mereka yang tahu dukunganNya selama ini, bebas dari rasa takut, khawatir, dan kesedihan.

Apapun yang engkau lakukan, lakukanlah sebagai persembahan kepada Tuhan
Inilah yang akan membawamu pada pengalaman yang luar biasa, sukacita, dan pembebasan selamanya.

Om Santih Santih Santih Om
♡ I Wayan Sudarma (Jero Mangku Danu)

*Source:

https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://m.youtube.com/watch%3Fv%3DtrTt7SPOzko&ved=2ahUKEwio94WA4K7eAhULeCsKHc9CB20QwqsBMAB6BAgJEAU&usg=AOvVaw0tVBs9oOgOoULMcVBCSBsU

Om Swastyastu

Setiap manusia (Manava) selalu memiliki sisi Baiknya (Madhava) dan juga sisi Jahatnya (Danava)
Dalam bahasa sederhana sering diungkap dengan istilah; Manusa tuah maparagayan Dewaya Bhutaya (manusia adalah perwujudan dewa dan juga bhuta). Itu sebabnya dalam berbagai teks Lontar tentang kelahiran dan sifat manusia, seperti Teks Tutur Gong Besi, teks Lontar Sodasiwikrama, teks Lontar Wrhaspati Kalpa, teks Lontar Pertithi Sambut Pada selalu menyebutkan Manusia secara holistic dengan berbagai elemen yang menyusunnya, bukan saja dari unsur/sifat dewata, bhuta, tetapi juga sifat dari hewan, burung, kayu, bunga, batu dan juga bintang dan planet-planet.

Penggambaran Manusia Dalam Teks Lontar Bali

Jika dalam dirinya lebih banyak memiliki sifat-sifat kebaikan (madhava) atau sifat-sifat kedewataan maka ketika ia disusupi oleh sifat buruk (Danava) atau sifat-sifat keraksasaan; sifat Danavanya akan dapat dikendalikan sehingga tidak ‘ngerebeda’ atau merugikan; namun justru dapat dimanfaatkan ke arah kabaikan yang lebih besar pada dimensi ‘Sakti’ dan ‘Siddhi’. Dan demikian pula sebaliknya. Orang akan benar-benar menjadi jahat tatkala sifat Madhavanya merosot dan kemudian acapkali disusupi oleh sifat Danavanya.

Film Venom

Setelah saya menonton film VENOM, saya dalam hati berguman: Leluhur Saya Sudah memiliki peradaban sangat Maju mengenai konsep Manusia. Hanya saja belum mampu disampaikan dengan lebih Logis. Jangan-jangan Film Venom dibuat setelah sutradaranya membaca teks-teks lontar warisan leluhur kita…..Who Know….??

Om Santih Santih Santih Om
~ I Wayan Sudarma
Bali, 17 Oktober 2018

Mutiara Dharma 05/10/2018:

“Bahagia itu bukan berarti kita bisa memiliki semua yang kita sukai.
Tapi bahagia itu ketika kita menyukai semua yang telah dimiliki.
Syukuri atas apa yang telah diberi, sehingga tidak membuat kita resah karena belum bisa memiliki apa yang dinginkan.”
~I Wayan Sudarma
#jeromangkudanu
#mutiaradharma

#mutiaradharma 04/10/2018:

“Lakukanlah tindakan terpuji sebanyak-banyaknya; namun jangan lakukan itu demi pujian, penghargaan ataupun sanjungan.”

~I Wayan Sudarma (Jero Mangku Danu)