Oleh: I Wayan Sudarma

Om Swastyastu

Uang merupakan sebuah objek duniawi yang selalu dikaitkan dengan kepuasan material. Uang sangat-sangat penting dan mesti dikuasi jika ingin menguasai dunia material. Begitulah uang adanya didunia, tersebar dan saling diperebutkan.

Dunia Material seperti yang kita sudah ketahui, akan selalu berubah dan tidak pasti. Semua hal-hal yang berhubungan dengan kesenangan material akan berlalu. Setiap detik objek yang kita dapati di sekitar kita selalu berubah. Debu akan terus menghinggapi kulit, walau kita tak menginginkannya.

Semu, seperti itulah kehidupan di dunia ini. Uang adalah sebuah perantara yang baik di dalam mengarungi kehidupan yang semu ini. Uang menjadikan kita bahagia, uang menjadikan kita dicintai, uang juga menjadikan kita disegani.

Uang memang sangat hebat, uang juga mampu menggetarkan hati seseorang. Bahkan untuk memperoleh pasangan yang cantik atau ganteng sekalipun dengan uang pun bisa terjadi. Itulah fakta yang terjadi di sekitar kita, tak diragukan memang uang itu sangat mempengaruhi status sosial manusia modern. Kepuasan dan kesenangan pun didapat jika uang tersedia. Segala kebutuhan material sangat mudah didapat. seperti itulah Uang.

Seharusnyalah kita menghargai waktu, dengan mengoptimalkan kerja dalam mencari uang.

Hebat sekali Uang ya??

Tapi seperti yang saya ceritakan di awal, apapun yang berhubungan dengan objek duniawi pastilah akan berlalu. Semuanya bersifat semu semata. Datang dan pergi, berlalu tanpa diminta. Maka dari hal ini kita mesti belajar, bahwa kebahagiaan duniawi akan berlalu dan tidak menutup kemungkinan di selingi dengan duka.

Saya pernah mendengar ada sebuah ajaran Nusantara Kuno yang mengengajak kita untuk menemukan kebahagiaan tanpa diiringi kesedihan, “SUKA TANPA WALI DUKA”. Semoga lebih banyak dari kita bisa menemukan kebahagiaan yang bebas dari kesedihan tersebut.

Saya kutipkan untaian Sloka dari Kitab Sarasamuscaya. 269:

“Jangan biarkan waktu itu berlalu tanpa guna, manfaatkanlah waktu itu agar berdayaguna dan bermanfaat; akan sangat tepat jika waktu itu dipakai dalam pelaksanaan kebajikan sekaligus pencarian harta dan perolehan kesenangan. Siapa yang tahu batas hidup dan mati? Oleh karenanya maanfaatkanlah dengan sebaik-baiknya waktu itu, jangan menunda-nunda dan membuang-buang waktu, mumpung masih hidup.”

Semoga apa yang saya ungkapkan disni, ada hubungannya dengan kehidupan kita,

Dharma selalu menerangi jalan kita.

Om sarve bhavantu sukhinah

Om Santih Santih Santih Om

Jakarta, 05 Desember 2018

Advertisements