Om Swastyastu

Setiap manusia (Manava) selalu memiliki sisi Baiknya (Madhava) dan juga sisi Jahatnya (Danava)
Dalam bahasa sederhana sering diungkap dengan istilah; Manusa tuah maparagayan Dewaya Bhutaya (manusia adalah perwujudan dewa dan juga bhuta). Itu sebabnya dalam berbagai teks Lontar tentang kelahiran dan sifat manusia, seperti Teks Tutur Gong Besi, teks Lontar Sodasiwikrama, teks Lontar Wrhaspati Kalpa, teks Lontar Pertithi Sambut Pada selalu menyebutkan Manusia secara holistic dengan berbagai elemen yang menyusunnya, bukan saja dari unsur/sifat dewata, bhuta, tetapi juga sifat dari hewan, burung, kayu, bunga, batu dan juga bintang dan planet-planet.

Penggambaran Manusia Dalam Teks Lontar Bali

Jika dalam dirinya lebih banyak memiliki sifat-sifat kebaikan (madhava) atau sifat-sifat kedewataan maka ketika ia disusupi oleh sifat buruk (Danava) atau sifat-sifat keraksasaan; sifat Danavanya akan dapat dikendalikan sehingga tidak ‘ngerebeda’ atau merugikan; namun justru dapat dimanfaatkan ke arah kabaikan yang lebih besar pada dimensi ‘Sakti’ dan ‘Siddhi’. Dan demikian pula sebaliknya. Orang akan benar-benar menjadi jahat tatkala sifat Madhavanya merosot dan kemudian acapkali disusupi oleh sifat Danavanya.

Film Venom

Setelah saya menonton film VENOM, saya dalam hati berguman: Leluhur Saya Sudah memiliki peradaban sangat Maju mengenai konsep Manusia. Hanya saja belum mampu disampaikan dengan lebih Logis. Jangan-jangan Film Venom dibuat setelah sutradaranya membaca teks-teks lontar warisan leluhur kita…..Who Know….??

Om Santih Santih Santih Om
~ I Wayan Sudarma
Bali, 17 Oktober 2018

Advertisements