Om Swastyastu
Dalam menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam semesta, selalu ada proses memberi dan menerima antara individu satu dengan lainnya. Dalam konsep ajaran Hindu, antara memberi dan menerima tiada yang lebih tinggi posisinya. Yang menerima juga tengah membuka ruang bagi orang lain untuk berbagi apa yang dimiliki. Pada setiap fase Hidup, setiap orang pasti pernah berada pada posisi memberi, dan pada fase lainnya ia menerima dari orang lain. Kehidupan sesungguhnya adalah siklus antara memberi dan menerima.

Hindu menempatkan “kemampuan memberi” sebagai sesuatu yang Agung karena merupakan pengejawantahan Yajña itu sendiri. Bagi mereka yang kikir dan pelit tentu kegiatan memberi bisa menjadi sedemikian sulit dan rumit. Karena baginya, memberi sama artinya mengurangi jatah kemakmurannya. Baginya tak ada istilah gratis-semua harus return dan memberikan keuntungan berlipat.

Namun tidak demikian bagi mereka yang telah menyadari hakikat kehidupan ini. Bahwa “memberi” adalah cara jitu baginya untuk mengurangi keterikatan, kemelekatan dan rasa kepemilikan-karena sejatinya tidak ada hal yang benar-bemar menjadi miliknya seutuhnya. Ia justru menyadari disaat memberi sesungguhnya ia sedang menerima tak berhingga karunia-karunia yang lainnya. Makanya tak salah Vedanta menegaskan demikian: “di saat memberi adalah di saat menerima.”

Dengan memberi bukan saja kita akan disayangi oleh orang lain, alampun akan memeluk kita dengan mesra penuh keamanan dan kenyamanan demikian juga karunia Hyang Widhi akan mengalir bagaikan aliran sungai Gangga.

“Sekecil apapun pemberian yang kita bisa dedikasikan penuh bhakti di jalan dharma-ia akan menjadi mulia, utama dan istimewa pada mereka yang menerima.” (Catatan harian Jero Mangku Danu)

Adalah suatu anugerah dan kebahagiaan tatkala kita bisa memberi dan memberi. Manggalamastu.

Om Santih Santih Santih Om

💙 I Wayan Sudarma

Advertisements