Oleh: Rasa Acharya Prabhu Raja Darmayasa

Om Swastyastu

nāma vā ṛg-vedo yajur-vedaḥ sāma-veda atharvanaś caturtha itihāsa-purāṇaḥ pañcamo vedānāṁ vedaḥ.

(Kauthumῑya Chandogya Upaniṣad 7.1.4)

“Sesungguhnya Ṛg Veda, Yajur Veda, Sāma Veda, dan Atharva Veda adalah nama-nama dari Catur Veda. Sedangkan Itihāsa dan Purāṇa merupakan Pañcama Veda atau Veda Kelima.”

Sebagai Veda Kelima, Bhagavad Gῑtā menempati keterkenalan yang luar biasa di dalam literatur Veda. Kitab suci Bhagavad Gῑtā merupakan “petikan” dari kitab Itihāsa, yaitu di kitab Mahābhārata. Oleh karena itulah Bhagavad Gῑtā dikenal sebagai Pañcamo Veda atau Veda Kelima. Selain itu, Bhagavad Gῑtā dikenal sebagai Pañcamo Veda juga karena ia merupakan wejangan langsung oleh Tuhan YME, sama seperti turunnya langsung ajaran Catur Veda dari Tuhan YME sehingga Catur Veda dikenal sebagai kitab Wahyu langsung dari Tuhan. Jadi, yang dikenal dan diterima sebagai ajaran wahyu langsung dari Tuhan YME di dalam literatur Veda adalah 4 Veda (Catur Veda), dan Bhagavad Gῑtā sebagai Veda Kelima (Pañcamo Veda).

Chandogya Upaniṣad menyebutkan kitab Itihāsa sebagai Veda Kelima (Pañcamo Veda) bersamaan dengan kitab-kitab Purāṇa. Kitab yang tergolong dalam Itihāsa ada dua, yaitu Rāmāyaṇa dan Mahābhārata. Sedangkan yang termasuk di dalam Purāṇa adalah kitab-kitab Bhagavata (18.000 śloka atau ayat), Viṣṇu (23.000), Padma (55.000 śloka), Nāradῑya (25.000 śloka), Garuḍa (19.000 śloka), Varāha (24.000 śloka), Matsya (14.000 śloka), Kūrma (17.000 śloka), Liṅga (11.000 śloka), Śiva (24.000 śloka), Vāyu (24.000 śloka), Skanda (81.100 śloka), Agni (15.400 śloka), Brahmāṇḍa (12.000 śloka), Brahmavaivarta (17.000 śloka), Mārkandeya (9.000 śloka), Vāmana (10.000 śloka), dan Brahma Purāṇa (10.000 śloka). Sering Bhaviṣya Purāṇa (14.500 śloka) juga dimasukkan dalam daftar Mahā Purāṇa atau Purāṇa Utama.

Menurut kitab Kūrma Purāṇa, Pūva-bhāga 1.17-20, terdapat pula daftar Upa Purāṇa, atau Purāṇa “alit” alias Purāṇa “Minor”, yaitu Sanatkumāra (Ādya Purāṇa), Narasiṁha, Skaṇḍa, Bṛhannāradῑya, Kapila, Śivadharma, Maheśvara, Brahmāṇḍa, Durvāsa, Kapila, Vāmana, Auśanasa, Marica, Bhārgava, Kālikā, Samba, Saura, dan Parāśara Upa Purāṇa.

Chandogya Upaniṣad 7.1.2 juga menegaskan pedudukan Itihāsa dan Purāṇa sebagai Veda Kelima (itihāsa-purāṇaṁ pañcamo vedānāṁ vedaḥ). Maharesi Kṛṣṇadvaipāyana Vyāsa sendiri menekankan dalam kitab Mahābhārata bahwa orang hendaknya menjelaskan mantra-mantra Veda melalui kitab-kitab Purāṇa dan Itihāsa, khususnya pada zaman Kaliyuga dimana orang-orang tidak lagi memiliki kecerdasan spiritual yang diperlukan untuk memahami mantra-mantra Veda secara langsung.

Bhagavad Gῑtā merupakan kitab suci yang sedang beramai-ramai dilupakan oleh kita semua. “Keagungan Bhagavad Gῑtā ” dikenali hanya oleh tokoh-tokoh besar dunia, dan oleh para maharesi. Orang biasa pada umumnya bahkan sebaliknya memahami bahwa dirinya tidak layak menyentuh dan/atau mendiskusikan Bhagavad Gῑtā. (bersambung)

Salam dari New Delhi 25/3/2018

Om Śāntih Śāntih Śāntih Om

Advertisements