Om Swastyastu

“The Root of Suffering is Attachment ~ Akar dari Penderitaan adalah Kemelekatan.” (Vedanta).

Pengertian Niskama adalah tidak serakah, tidak terikat, melepas, menghentikan, tidak melekat. 

Di Dalam pandangan benar, salah satu penyempurnaan pandangan benar adalah dengan mengikis keserakahan (lobha) yang merupakan akar dari semua kekotoran batin/pikiran. Pelatihan pikiran tanpa kemelekatan (niskama) ini berguna untuk membentuk pikiran tanpa keserakahan yang berulang-ulang, sehingga akan membentuk pandangan yang menghancurkan keserakahan (lobha).

Veda mengajarkan pelepasan atau penghentian kemelekatan. Mengapa harus menekan kemelekatan kita? Kalau kita menyadari kehidupan saat ini, setiap hari kita menjalani hidup dengan  dorongan keserakahan. Setiap saat, sesuatu yang berada di luar kita selalu menggoda. Iklan-iklan di televisi menawarkan berbagai macam barang-barang yang sebenarnya tidak benar-benar kita butuhkan. Kita selalu memuaskan diri dan memanjakan diri di dalam kemelekatan. Sadar atau tidak sadar, sifat serakang dalam diri semakin melekat dan sulit dihilangkan. 

Keserakahan kita-lah yang telah mengancam bumi dengan kerusakan lingkungan. 

Keserakahan yang membuat seseorang melakukan korupsi. Kita harus menyadari bahwa keserakahan adalah salah satu penyebab dari berbagai permasalahan di dunia.

Keserakahan terkadang kita samarkan sebagai kebutuhan. 

Kemelekatan terjadi karena pikiran senantiasa berusaha untuk menyamarkan keserakahan menjadi kebutuhan. Memang pada dasarnya kebutuhan juga mempunyai sifat ingin, karena bila tidak ingin bagaimana bisa didapat? Persoalannya bagaimana kita membedakan antara keinginan yang melekat dengan keinginan untuk kebutuhan. 

Berbicara mengenai makan, jelas adalah kebutuhan. Jadi keinginan makan untuk kebutuhan adalah wajar dan tidak menimbulkan kemelekatan, namun kita perlu berhati-hati agar keinginan makan tidak menjadi keserakahan makan. Keserakahan makan biasanya terjadi ketika proses akan melakukan makan. Keinginan kita menjadi keserakahan tatkala hidangan yang tersaji lengkap dan banyak di depan mata. Keserakahan berwujud menjadi pengambilan makanan berlebih-lebihan. Sehingga yang terjadi adalah makanan sisa di piring atau selesai dengan perut kenyang.

Cara untuk menghentikan kemelekatan bukanlah dengan jalan menyiksa diri, memenuhi pikiran dengan rasa takut atau muak. Cara-cara seperti itu tidak akan menyelesaikan masalah, hanya menekan masalah. Seperti memotong cabang-cabang dari suatu pohon yang akan kembali tumbuh ketika diberi pupuk (godaan). 

Yang diajarkan Veda melalui Astangga Yoga adalah suatu pemahaman yang menyeluruh terhadap pikiran sendiri sehingga kita dapat langsung mencabut sampai ke akar-akarnya. Rsi Patanjali mengajarkan agar kita mengubah cara pandang kita. Didukung dengan renungan mendalam, kita akan menyadari bahwa apa yang selama ini kita pertahankan, suatu saat akan berubah. Suatu saat kita akan mengalami kematian juga. Lalu buat apa kita berusaha mempertahankan  keinginan yang tiada habis-habisnya dan terus melekat padanya?

Cara lain menekan kemelekatan adalah dengan menyadari bahwa dengan sesedikit mungkin keinginan (tidak serakah), kemelekatan kita akan semakin berkurang dan kita akan semakin dekat dengan kebahagiaan sejati atau kedamaian (Moksa). 

Kedamaian bukan terletak di luar diri, namun pada pikiran dan perasaan sendiri. Kedamaian bukan didapat dengan memuaskan diri terus-menerus. Kedamaian akan didapat jika tidak ada rasa khawatir, takut maupun benci. 

Oleh karena itu, semakin sedikit keinginan semakin sedikit pula rasa khawatir atau takut untuk kehilangan karena pikiran tak melekat.

Semoga pemahaman singkat ini bermanfaat bagi kuasa kita untuk selalu berusaha melepaskan segala bentuk kemelekatan. Manggalamastu.

Om Santih Santih Santih Om

❤ I Wayan Sudarma ( Jero Mangku Danu)

Advertisements