Om Swastyastu
Seperti kita ketahui bersama, bahwa setiap upakara yang kita hendak persembahkan, adalah upakara yang sukla, bersih dan tentunya juga suci.

Kaitannya dengan “Sukla”, harus dipastikan bahwa upakara itu baru alias belum pernah dipakai sebelumnya. Tapi untuk uperengga semisal tempeh, klatkat, ngiyu dan sebagainya masih bisa digunakan berulang kali, tapi sebelumnya harus dibersihkan kembali.

Untuk mendapatkan bahan upakara yang “Bersih”, sedapat mungkin sudah dipilih bahan yang memang bagus, segar dan tidak rusak. Kaitannya dengan bahan-bahan upakara, ada yang patut kita cuci terlebih dahulu dengan air bersih-untuk menghilangkan debu, kotoran, dan hal-hal lainnya yang tidak menyehatkan baik secara sekala dan niskala. 

Dibanyak tempat, saya masih menjumpai banyak umat kita yang tidak mencuci bahan upakara, sebagai salah satu contoh misalnya….saya masih bisa menemukan telor daksina tidak dicuci sehingga masih ada bekas kotoran induknya. Demikian juga dengan buah-buahan, masih banyak yang tidak mencucinya terlebih dahulu, tapi langsung ditanding-padahal bisa jadi buah-buahan itu diberikan karbit, bahan pengawet atau masih dihinggapi tanah dan lumpur, yang tidak baik bagi kesehatan.

Agastya Parwa kaitannya dengan kebersihan upakara menjelaskan: “…..bahwa jika ada seseorang  yang saat ini berwajah tidak rupawan/tidak cantik, berperangai buruk, jutek dan judes hal ini disebabkan karena pada kelahiran sebelumnya saat ia membuat upakara yadnya tidak mencuci baha upakaranya, ini didinamakan sebagai Cona atau Kumel)…”.

Untuk masalah “Kesucian” upakara; pastikan bahwa upakara yang kita persembahkan adalah upakara yang didapat dengan jalan dharma, dirangkai dengan penuh lascarya (tulus) dan tidak ada motif Nasmita (Pamer dan jor-joran) dalam membuatnya, kemudian dipersembahkan dengan penuh Bhakti.

Kembali ke soal kebersihan bahan upakara; harus dipastikan bahwa bahan-bahan tersebut sebelum ditanding harus dicuci dengan bersih. Nah….saat mencucinya kita bisa sambil mengucapkan mantra untuk Mencuci Bahan Upakara, seperti mencuci daun/plawa, bunga, kelapa, buah-buahan, dan bahan-bahan lain yang patut dicuci sebelum di tanding, yaitu:

Om sarva visa vinasanam, kala drngga-drnggi patyam, prani rogani murchantam, trivistapopajivanam, parisuddham sarvaya namah svaha. (Sumber:  Lontar Tutur Bhuana Mahbah)

Artinya: 

Om Hyang Widhi semoga atas anugerahMu semua racun (penyebab penyakit),  menjadi netral, yang angker-angker hilang, setiap penyakit yang disentuh oleh air ini lenyap serta memasukkanlah kekuatan yang melindungi bahan upakara ini, agar semuanya layak hamba persembahkan, Sucilah semua atas karuniaMu.

Setelah bahan upakara dicuci bersih selanjutnya ditempatkan ditempat yang layak, tidak ditaruh sembarangan, usahakan tidak dilangkahi.

Demikian dapat saya sampaikan semoga bermanfaat bagi kita semua. Dengan harapan suatu saat jika kita numadi bisa hadir sebagai pribadi yang rupawan/cantik, ramah, welas asih dan penuh bhakti. Manggalamastu.

Om Santih Santih Santih Om

♡ I Wayan Sudarma (Jero Mangku Danu

01 Nopember 2016

* Bahan Bacaan:

  1. Lontar Agastya Parwa
  2. Lontar Bhuana Mahbah