Om Swastyastu

Hidup dan pengalaman hidup yang kita lakoni sekarang ini, pada dasarnya diproyeksikan oleh karma-karma dalam hidup masa lalu kita. Dan apa yang kita lakukan sekarang, sebagian besar akan menjadi wujud hidup kita yang akan datang. kenyataan ini menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti berikut:

Mengapa orang yang hidup dengan penuh kebajikan, mengalami banyak kesulitan? Sampai-sampai ada orang yang kecewa terhadap kebajikannya.

Mengapa orang yang perilaku buruk dalam hidupnya, terus berjaya dan bahagia? Sehingga ragu akan kebenaran hukum karma.

Semeton Sedharma….
Kebenaran hukum karma tidak akan pernah MELUPUTKAN satu hal pun, dibutuhkan PROSES untuk kematangannya, dibutuhkan WAKTU untuk memetik buahnya. Karena itu jangan kaitkan NASIB hidup dengan prinsip KEBENARAN yang kita jalani.

Jika kesulitan datang, masalah timbul, problematika terjadi, tetap yakinlah pada ajaran KEBENARAN tentang hukum sebab akibat. 

Dengan demikian akan memberi kita optimisme dan keteguhan hati, bahwa keadaan bisa dan akan berubah.

Jika hidup kita terasa mudah, keberuntungan tiada putusnya, kebahagiaan tiada pernah usai. Janganlah mengabaikan KEBENARAN akan hukum sebab akibat (karma). 

Dengan demikian kita bisa bagaikan petani yang panen raya, hanya petani yang dungu tapi juga takabur yang tidak menyemainya kembali, karena kelak hasil panennya tersebut betapapun banyaknya akan menyusut seperti air yang kering oleh terpaan matahari.
Semoga utain singkat saya ini bermanfaat bagi Indahnya untaian karma-karma kebajikan dalam hidup kita masing-masing.

 Semoga semua mahluk berbahagia. 

Manggalamastu.

Om Santih Santih Santih Om
~I Wayan Sudarma  (Jero Mangku Danu)

* Mutiara Dharma 05/10/2016