​Awal Kenegaraan Dunia “Layang Saloka Domas & Saloka Nagara” (Sebuah Telisik Pawisik Bathin)
Hung….Ahung

Sampurasun

Om Swastyastu
Secara logika tentu awal keberadaan sebuah negara harus memenuhi beberapa syarat, yaitu : kepastian hukum, keberadaan wilayah, masyarakat, aparatur pemerintahan, serta pengakuan. Tanpa salah-satunya terpenuhi maka tidak layak disebut sebagai sebuah negara.
Maka demikian pula dengan kelahiran pemerintahan ditatar Sunda yang konon (*berdasarkan catatan sejarah yang ada hingga saat ini) diawali dengan adanya sebuah Keratuan yang bernama“Salokanagara / Salakanagara”. 

Tentu ‘kerajaan’ tersebut mustahil ada jika tidak diawali oleh adanya “nilai-nilai ajaran” yang menjadi sebuah peraturan / hukum. Itu sebabnya masyarakat kita mengenal istilah “Layang Saloka Domas” yang artinya :
* La = Hukum

* Hyang = Leluhur

* Sa = Esa / Tunggal / Satu

* Loka = Tempat / Wilayah

* Domas = Tidak Terhingga / invinity / 8
Arti keseluruhannya ialah :  Kesatuan Wilayah Hukum Leluhur (yang) Tidak Terhingga.
Adapun Saloka Nagara pada dasarnya merupakan wilayah kekuasaan hukum yang sangat besar. Sa-Loka Naga-Ra (*Salaka Nagara ?) artinya adalah :
* Sa = Esa / Tunggal / Satu

* Loka = Tempat / Wilayah

* Naga = lambang penguasa darat & laut (samudra).

* Ra = Matahari
Saloka Naga-Ra berarti : Kesatuan Wilayah Kekuasaan Darat & Laut (negeri) Matahari.
Demikian dapat saya ketengahkan, sebagai bahan renungan bahwasanya Peradaban Nusantara sedemikian hebatnya. Dan kewajiban bagi kita untuk terus menggali setiap SIRATAN makna dari Tanda~Tanda yang TERSURAT lewat simbol~simbol yang hingga kini masih bisa kita jumpai.
Pun Sapun…Paralun

Ka pupunclak Agung

Sang Rama, Sang Ratu, Sang Resi

Sabab geus loba anu nyambat ka Pajajaran

Kaula nyatur sabab Kujang geus aya anu neang
Rahayu Rahayu Rahayu
♡ Jro Mangku Danu

* Diinspirasi Dari kitab: Yuganing Raja Kawasa.