​MAKNA UPACARA NGELEMEKIN

Om Swastyastu

Tiga hari setelah piodalan biasanya dilakukan upacara Ngelemekin. Maksud  dari Ngelemekin yaitu:

  1. Ucapan angayubagia karena upacara telah usai, terutama kepada Aspek Tuhan ; Bhatari Tapini dan Wiswakarma karena telah menuntun dan melindungi serta memudahkan segala urusan upacara.
  2. Ngelemekin artinya memupuk hal~hal yang baik sehingga  membawa manfaat untuk hari~hari berikutnya. Misalnya memupuk rasa kebersamaan, persatuan, welas asih. Jangan sampai usai piodalan malah banyak timbul masalah, friksi, umat ada konflik antar pengurus retak, pemangku saling cureng, dll.
  3. Ngelemekin sebagai tanda berakhirnya tugas kepanitiaan secara niskala.
  4. Ngelemekin menghaturkan suksma kepada alat~alat atau uparengga yang sudah digunakan dalam upacara.

Inti bantennya adalah “yang lebeng akedusan”, misalnya mekukus, melablab.

Dalam teks lontar Tapini Tatwa dijelaskan demikian:

  1. Bhatara Wisnu/Dewi Sri. Untuk mendapat anugerah dan panyupatan, sarana bebalinya matang dengan cara direbus.
  2. Kepada Bhatara Iswara matang dengan cara di kuskus.
  3. Kepada Bhatara Brahma matang dengan dipanggang.
  4. Kepada Bhatara Mahadewa matang dengan di goreng.
  5.  Kepada Bhatara Siwa matang dengan cara proses alam.

Jadi inti persembahan saat ngelemekin adalah untuk:

  1. Bhatara Wisnu/Sri karena telah diberi kemudahan dalam hal logistik  dan sarwa siddha saat pujawali.
  2. Untuk Bhatara Iswara karena telah memberikan sumber pengetahuan/ sarwa siddhi dan Pensucian/sarwa suddha pada pujawali tersebut.

Tapini merupakan manifestasi dari Dewi Uma, yang menjadi Dewanya para Serati 

Wiswakarma merupakan aspek Siwaistik yang menjadi Arsitek alam semesta.

Om Santih Santih Santih Om

(sumber: Jero Mangku Danu)