Kalajengking Dan Kura-Kura

Om Swastyastu

“Kawan bagaikan tombol lift, dapat membawa anda naik atau turun! Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak,tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang”. (Mutiara Dharma 06/06/2016)

image

Dalam kitab Panca Tantra, ada dikisahkan  sebuah cerita antara Kalajengking dengan Kura-Kura.

Karena tidak mampu berenang, seekor kalajengking suatu hari meminta kepada seekor kura-kura agar memberinya tumpangan di punggung untuk menyeberangi sungai.

“Apa kamu gila?” teriak kura-kura, “Kamu akan menyengatku pada saat aku berenang dan aku akan tenggelam.”

Kalejengking itu tertawa sambil manjawab, “Kura-kura yg baik, jika aku menyengatmu, kamu akan tenggelam dan aku akan ikut bersamamu. Kalau begitu, apa gunanya? Aku tidak akan menyengatmu karena itu berarti kematianku sendiri!”

Untuk beberapa saat, kura-kura itu berpikir tentang logika dari jawaban tersebut. Akhirnya dia berkata, “Kamu benar. Naiklah!”

Kalajengking itu naik ke punggung kura-kura tadi. Namun baru setengah jalan, dia menyengat kura-kura itu dengan sengit.

Sementara kura-kura mulai tenggelam perlahan-lahan menuju dasar sungai dengan kalajengking di atas punggungnya, dia mengerang dengan pedih, “Kamu kan sudah berjanji, tapi sekarang kamu menggigitku! Mengapa? Sekarang kita sama-sama celaka.”

Kalajengking yang tenggelam itu menjawab dengan sedih, “Aku tidak dapat menahan diri. Memang sudah tabiatku untuk menyengat.”

Sahabat, ingatlah, pelajari karakter seseorang sebelum menjadikannya sebagai kawan. Peran yang dia mainkan akan mempengaruhi kehidupan anda!

Semoga bermanfaat.
Om Santih Santih Santih Om

♡ I Wayan Sudarma
*Disunting dari: Cihna Katha