Oleh: I Wayan Sudarma

Om Swastyastu
Ketika orang yang tidak mengerti prinsip kerja Dharma, ia akan melakukan hal yang tidak seharusnya, mereka akan melihat ke sekeliling untuk memastikan bahwa tidak ada seorang pun melihatnya. Tetapi karma kita selalu melihat. Kita tidak benar-benar bisa kabur dari apapun.

Perbuatan baik menimbulkan hasil baik, perbuatan buruk menimbulkan hasil yang buruk. Jangan mengharapkan para dewa melakukan sesuatu untuk kita atau para malaikat dan dewa penjaga melindungi kita atau hari yang menguntungkan menolong kita. Karena semua hal ini tidak benar. Jangan percaya padanya. Jika kita percaya, kita akan menderita. Kita akan selalu menunggu hari yang tepat, bulan yang tepat, tahun yang tepat, para malaikat atau dewa penolong. Kita akan menderita walau hanya dengan cara itu.

image

Lihatlah dalam perbuatan dan ucapan kita, dalam Karma kita sendiri. Melakukan perbuatan baik, kita akan mewarisi kebaikan, melakukan perbuatan buruk, kita akan mewarisi keburukan.

Melalui latihan benar, kita membiarkan karma lampau keluar dengan sendirinya. Mengetahui bagaimana semua ini muncul dan pergi, kita hanya bisa mewaspadai dan membiarkan (karma) berlari di jalurnya. Seperti mempunyai dua pohon dan tidak mengurusi pohon yang lain, tidak akan ada pertanyaan mana yang akan tumbuh dan mana yang akan mati.

Sebagai contoh dari kita telah datang dari tempat yang bermil-mil jauhnya, untuk mencari, mendengarkan melaksanakan Dharma ke suatu pura. Berpikir bahwa kita telah datang dari tempat yang sangat jauh dan melewati banyak rintangan untuk ke pura tersebut. Lalu berpikir bahwa ada orang-orang yang tinggal hanya di luar tembok pura tersebut tetapi belum pernah memasuki pagar pura tersebut. Jika kita renungkan hal ini, tentunya akan membuat kita semakin menghargai karma baik bukan?

Ketika kita melakukan perbuatan buruk, tidak ada tempat bagi kita untuk bersembuyi. Bahkan jika orang lain tidak melihat, kita dapat melihat diri kita sendiri. Bahkan jika kita masuk kedalam lubang yang dalam, kita tetap akan menemui diri kita sendiri disana. Tidak mungkin kita melakukan perbuatan perbuatan buruk dan kabur darinya. Dengan cara yang sama, mengapa kita tidak melihat kesucian sendiri? Kita akan melihat semuanya. Kedamaian, pergolakan, kebebasan, keterikatan, kita akan melihat ini semua untuk kita sendiri. Karena tiada hal yang lebih Valid, yang lebih Sahih selain Hukum Kausal bernama Hukum Karmaphala ini.

Semoga renungan singkat ini, memberikan kita arah dan petunjuk yang semakin jelas-ke arah mana bidak kehidupan ini mesti kita arahkan. Semua tergantung pada diri kita sendiri, karena saat ini Kunci itu sudah berada di Tangan kita masing-masing. Manggalamastu.

Om Santih Santih Santih Om