Om Swastyastu

“Aham Brahmasmi” (Brhadaranyaka Upanisad 1.4.10). Mahavakya ini disarikan dari Kita Suci Yajur Veda.

image

Mahavakya: ‘Aham Brahmasmi, ‘ atau Aku adalah Brahma’. Kata ‘Aku’ menunjuk bahwa yang Tunggal Menyaksikan Kesadaran, berdiri terpisah dengan bentuk bahkan dengan intelek, berbeda dari ego, prinsip-prinsip, dan bersinar melalui setiap tindakan berpikir, perasaan, dan lain sebagainya.

image

Saksi – Kesadaran ini, bersifat sama pada semua hal, bersifat universal, dan tidak dapat dibedakan dari Brahman, yang merupakan Maha Mutlak.

Oleh karena itu dapat dinyatakan bahwa ‘Aku’  adalah yang penuh, super- rasional dan benderang, dan sejatinya sama dengan Brahman.  Ini bukan merupakan identifikasi individu terbatas ‘Aku dengan Brahman, tetapi merupakan  Lapisan bawah Universal dari individualitas yang menegaskan untuk menjadi apa itu. Kata kerja penghubung ‘Aku Adalah’ bukan berarti  hubungan empiris antara dua entitas, tetapi menegaskan esensi dari non – dualitas. Demikian makna Mahavakya ini yang dimaktubkan dalam Brhadaranyaka Upanisad.
__________

image

In the sentence, ‘ Aham Brahmasmi,’ or I am Brahman, the ‘I’ is that which is the One Witnessing Consciousness, standing apart form even the intellect, different from the ego-principle, and shining through every act of thinking, feeling, etc.

This Witness-Consciousness, being the same in all, is universal, and cannot be distinguished from Brahman, which is the Absolute.

image

Hence the essential ‘I’ which is full, super-rational and resplendent, should be the same as Brahman. This is not the identification of the limited individual ‘I’ with Brahman, but it is the Universal Substratum of individuality that is asserted to be what it is. The copula ‘am’ does not signify any empirical relation between two entities, but affirms the non-duality of essence. This dictum is from the Brhadaranyaka Upanisad.

Om Santih Santih Santih Om

Write & Posted by: I W. Sudarma