Om Swastyastu

image

Sirih, pinang, kapur, gambir

Berikut saya petikan lontar Mpu Lutuk Alit tentang porosan: “Nihan kramaning angawe porosan lwirnya: sedah (sirih), jambe (pinang), pamor (kapur), mwang gambir. Yan tan hana gambir, jambe wenang juga. Porosan pinaka untenging sahananing canang, sahananing banten. Yan tan hana porosan tan canang tan banten ngaraniya, nihan kautaman porosan ngaran”.

image

Bentuk porosan

Artinya:
Ini caranya membuat porosan, terdiri dari: daun sirih, buah pinang, kapur, dan gambir, jika tidak ada gambir cukuplah buah pinang. Porosan adalah inti dari canang, inti dari banten. Kalau tanpa porosan bukan canang namanya bukan banten namanya, demikianlah keuatamaan porosan.

Berbagai Bentuk dan Penggunaan Porosan:
1. Tampelan atau Base Tampelan 
Dibuat dari dua lembar daun sirih, satu lembar berfungsi sebagai alas dan satu lembar lagi diatasnya diisi sedikit pinang dan kapur, kemudian dilipat turun dan naik lalu dijeprit dengan semat. Tampelan ini dipergunakan dalam tetandingan banten Canang Sari, Penyeneng, Peras , segehan dan sejenisnya.

2. Lekesan
Dibuat dari dua lembar daun sirih, masing-masing diisi kapur dan gambir lalu diikat dengan benang, sedangkan pinang dan tembakaunya dialasi dengan kojong tersendiri diletakan disebelahnya. Biasanya digunakan dalam Canang Pengraos, Nasi Bira, Nasi Wong-Wongan.

3. Base Tubungan
Dibuat dari empat lembar daun sirih, dijadikan dua bagian masing-masing diisi pinang dan kapur, kemudian digulung dijadikan satu lalu dimasukan pada sebuah kojong yang juga dibuat selembar sirih. Penggunaannya sebagai pelengkap tatandingan Canang Tubungan, Canang Oyodan dan Tandingan Catur.

4. Base Tulak
Sarananya sama dengan base tubungan, hanya saja sebelum dimasukan pada sebuah kojong , meletakan sirihnya bolak-balik, sehingga kelihatannya tidak merata.Penggunaan base tulak sebagai pelengkap dalam tetandingan Banten Byakala atau Byakaon.

5. Porosan Silih Asih
Bahannya sama dengan porosan biasa. Hanya saja satu digulung bagian dalamnya dan satu bagian luarnya. Sebagai simbol Purusa-Pradana. Biasanya digunakan pada Kuangen, Daksina Linggih, Pedagingan, Banten Pawiwahan, Panten Pawintenan, Banten Mepandes.

*Sumber: lontar mpu lutuk lp 11a)

Om Santih Santih Santih Om
♡ I W. Sudarma (Jro Mangku Danu)

Write & Posted by: I W. Sudarma

Advertisements