Om Swastyastu

Mahavakya “Tat Tvam Asi dimuat dalam kitab Chandogya Upanisad 6.8.7, yang merupakan saripati dari Kitab Sama Veda. Secara Etimologis ‘Tat Twam Asi’ berarti ‘ Aku dan Engkau adalah Itu’.

image

Aku & Engkau adalah Dia

Dalam sejarahnya, bahkan Maharsi Uddalaka mengulang Mahavakya ini sembilan kali kepada muridnya Svetaketu agar ia benar-benar pemahaman benar dan dapat mencapai sifat KeESAan.

Kata “ITU” menunjuk kepada Brahman yang merupakan sebagai Yang Satu saja tanpa kedua, tanpa nama dan bentuk, dan yang ada sebelum penciptaan, serta setelah penciptaan, sebagai Keberadaan Murni. Inilah makna tertinggi dari kata “Tat”.

Kata “Tvam”, adalah  istilah singkatan yang terdapat di relung terdalam dari mahluk hidup, tetapi yang transenden dengan kecerdasan, pikiran, indera, dan lain sebagainya. Kata ” Tvam” menunjuk pada ATMAN yang bersemayam pada pribadi orang lain.

Persatuan antara TAT dan TVAM menjadilah  ASI atau Realitas yang terpencil, terdalam dan termurni dari tiap entitas. Dan juga berarti  ‘AKU’ yang bersemayam dalam raga ini, yakni ATMAN.

Dari pengertian ini, kita dapati bahwa SEJATINYA antara Saya, Anda dan Itu/Dia adalah Esa. Kita diresapi oleh PRINSIP esensi yang sama yakni Brahman. Ini pula yang menyebabkan kita disebut sebagai SAUDARA; karena menghirup SAtu UDARA yang sama di atas pertiwi dan di bawah langit yang sama.

Adalah kesalahpahaman , yang wajib kita hapus, yang menyatakan  bahwa  diri kita terhalau oleh sekat dan batas. Karena sesungguhnya kita adalah sama dan satu dengan Realitas Tertinggi yaitu Brahman.

Harus ada kemauan untuk merubah pandangan dari konsep “Aku”, yang terpisah dengan entitas lainnya  menjadi “Kita”, yang hidup dalam satu keluarga peradaban, dan akhirnya menuju “Itu atau Dia”, yang Maha Mutlak: Brahman.

Semoga bermanfaat bagi pertumbuhan keadaban kita semua. Manggalamastu.

Write & Posted by: I W. Sudarma