Om Swastyastu

Wangcapatrapatila –oo/-o-/ooo/-oo/ooo/oo//

Bhuṣaṇa wastra mukya têkaping para jana mamilih.

muḵyanikāng bhinojana minak dwijawara mamilih.

stri gêmuhing payodhara minukya hinamêr ing akūng.

çastra wiçesa mukyanira sang muniwara pilihên. (Sumber: kakawin Nitisastra II. 1)

Artinya:
* Pakaian dan perhiasan badan itu dianggap orang biasa sebagai sesuatu yang mulia.
* Mentega adalah makanan yang disukai sekali oleh para pendeta.
* Perempuan yang subur dadanya disukai sekali oleh orang laki-laki.
* Adapun yang disukai oleh orang pandai ialah buku yang bagus.

_________
Lalu yang mana yang menjadi kesukaan Kita terhadap hal-hal tersebut diatas…?
image

1. Bait pertama, merupakan gambaran kondisi umat kebanyakan, dimana orientasi utama kehidupannya diarahkan untuk memiliki benda-benda duniawi. Terlebih di jaman sekarang, orang berlomba-lomba untuk memiliki hal ini, bahkan tak jarang walau harus lewat jalan adharma. Menjadi kaya itu sah-sah saja Dan dibenarkan oleh agama, asal melalui jalan Dharma. Tak ada gunanya kaya raya tapi bersumber dari derita orang lain.
image

2. Bait Kedua, merupakan etik didaktik bagi para rohaniwan, yang dituntut untuk selalu aharalagawa (tidak rakus, Dan tidak menikmati makanan yang dapat merosotkan kesadaran dirinya), menikmati panca amrtham (susu, yogurt, ghee, gula merah Dan madu) merupakan asupan utama para rohaniwan. Itu sebabnya dalam tradisi Veda para rohaniwan melakukan Homa Yajna (Agni Hotra), agar ia selalu bisa menikmati prasadam berupa mentega.
image

3. Bait ketiga menggambarkan mereka yang doyan mengumbar nafsu birahi, indriyanya dipenuhi oleh hal-hal sensual. Tentu hal ini tidak pantas kira turuti. Melihat keindahan, kecantikan Dan ketampanan adalah hal normal…..tapi ia tidak boleh diteruskan kedalam pikiran Dan hati. Apalagi sampai berkhayal hal-hal sensual. Hal ini berlaku untuk kaum laki-laki dan juga wanita.
image

4. Bait keempat mereka yang bergerak di bidang pengetahuan atau jnana tidak boleh malas belajar, membaca buku merupakan keharusan, karena disanalah informasi hidup dituturkan. Jika kita renungkan lebih dalam, Konsep belajar sejatinya tidak hanya khusus bagi mereka yang sedang sekolah saja. Dalam Setiap tahapan hidup merupakan proses pembelajaran. Makanya tak salah Vedanta mengatakan alam semesta ini merupakan universitas kehidupan.

Simpulannya adalah …apapun kecenderungan yang dominan dalam hidup kita, sepatutnya melakoninya dengan jalan dharma Dan dilakukan penuh disiplin, sabar, tabah Dan penuh keikhlasan. Lewat pondasi inilah dimungkinkan kita hidup dengan penuh suka cita Dan kedamaian.

Semoga ulasan singkat dari Sargah II.1 dari kakawin Nitisastra ini bermanfaat bagi mekarnya kesadaran diri kita bersama. Manggalamastu.

Om Santih Santih Santih Om

~Jro Mangku Danu®
Bali, Purnama Sasih Kapitu-25/12/2015