“Mengubah kemalangan dan kesengsaraan menjadi keberuntungan adalah ilmu pengetahuan tentang hidup yang hanya dikenal oleh sebagian kecil yang tercerahi” (Mahabharata)
_________

Alam tidak selalu baik pada manusia. Kadang-kadang alam itu keras dan cerewet.
Hidup tidak selalu lancar dan menyenangkan. Kadang-kadang kemandekan muncul. Seringkali hidup tertimpa kerugian dan kekalahan. Penyakit merusak dengan caranya sendiri. Semua lawan berusaha untuk menindas.

Dalam menghadapi kesulitan ini manusia wajib membuat kemajuan, lewat disiplin diri yang bersandar pada prinsip-prinsip Dharma. Adalah kemustahilan bagi kita untuk berbenah sementara disisi lain kita masih memiliki kegemaran untuk berprilaku arogan dan mencederai sisi prikemanusiaan kita.

Kecerewetan dan kebawelan alam mengingatkan kita, sering kita salah artikan sebagai musibah-sebagai bencana. Padahal kitalah yang telah menabur benihnya lewat tata laku kita dalam keseharian.

Penyesalan memang selalu hadir kemudian, namun kita sebenarnya bisa mencegahnya-apabila kita memiliki cukup kepekaan diri akan pentingnya menabur benih-benih kebajikan, sehingga kita berkesempatan menari riang penuh damai bersama alam.

Intinya adalah: “mari gunakan kemampuan yang terpendam pada diri kita masing-masing agar menjadi nyata dalam keselarasan lewat usaha yang konstan”.
Mangggalamastu.

#MangkuDanuQoutes
Bali, 18/12/2015

image