Om Swastyastu

“Sukra Wage wuku Wayang nga dina seselat kalaning patemon wuku wayang mwang sinta nga, maka pemasah ala mwang ayuning sariranta” (Hari Jumat Wage Wuku Wayang disebut hari pembatas tatkala bertemunya wuku wayang dengan wuku sinta, sebagai tanda pemisah antara baik dan buruk dalam diri)…..demikian petikan Lontar Sudamala lp.39 menjelaskan tu aji.

Hari ini adalah pertemuan wuku Wayang dengan Sinta, karena itu dianggap hari yang leteh/campur. Tidak baik untuk bebersih diri, berminyak wangi, bersisir. Yang patut dilaksanakan pada hari ini adalah membuat paselag (tanda dengan gambar silang) di hulu hati dengan kapur sirih, serta memasang penghalang (seselat) dengan daun pandan yang berduri di bawah tempat tidur. Keesokan harinya seselat pandan tersebut dikumpulkan ditempatkan pada sebuah ayakan disertai segehan, api takep dan dibuang di luar rumah.

image

Pandan berduri sarana upakara seselat

Harapannya agar kita semua selalu bisa dalam keadaan seimbang secara sekala dan niskala….dan pada hari sabtunya dilanjutkan dengan ngesti Bhatara Iswara agar dianugerahkan sahananing kawiswara.

Om Santih Santih Santih Om

~ Jro Mangku Danu
* sumber: Lontar Sudamala

Write & Posted by: IW Sudarma (Jro Mangku Danu)