Om Swastyastu

Dalam kehidupan bersama, setiap manusia perlu mengendalikan diri (mulat sarira), mengendalikan indria (ngeret indria), dan mengusahakan untuk berpikir positif serta jernih (anyekung jnana sudha nirmala). Perlunya pengendalian diri atau disiplin diri yang bersifat eksternal (nyama brata). Inilah yang menjadi kata kunci dalam upaya untuk mengendalikan diri.

image

Jika hal tersebut tidak dipahami, maka hidup dan kehidupan manusia menjadi terombang-ambing, selalu hidup ini menjadi tidak terarah, hidup ini menjadi serba salah, dan menjadikan manusia ini memaknai hidupnya dengan salah kaprah. Bila hal itu terjadi, diyakini bahwa hidup manusia itu menjadi tidak bermakna, menjadi tidak bergairah serta hidup dalam kondisi yang serba apes.

image

Umat Hindu Tengger penuh etika saat melaksanakan Pemujaa

Satyam = Kebenaran. Membicarakan yang berkenaan dengan “kebenaran” adalah “relatif”, sebab yang dapat menyatakan benar-benar apa yang telah terjadi atau dilakukan itu “benar” adalah yang bersangkutan dengan Maha Pencipta, selain itu “diragukan”. Manusia yang mengatakan sesuatu itu “benar” selagi ia dikuasai oleh “ego”nya, kebenaran tersebut disangsikan. Manusia tanpa “ego” bukanlah manusia, ada yang dapat menguasai “ego”nya, tetapi kebanyakan manusia memanjakannya.
Seorang pejabat tinggi yang dihormati untuk menerima apa yang dibuatnya dan dikerjakannya itu “benar” tetap disangsikan oleh karena ianya masih mempunyai kepentingan diri sendiri.

image

Siwam = Kesucian/Kebajikan. Kesucian adalah melepaskan diri dari segala Noda dan Aib, terlebih-lebih manusia yang berhadapan dengan Maha Pencipta. Jasmani harus bersih walaupun pakaiannya ditambal, lebih lagi rohaninya harus dibersihkannya dengan menyingkirkan alam pikiran dengki, iri, khianat dan lain-lain terhadap manusia yang lain, jika ini dapat dilaksanakan manusia tersebut akan menyinggahi titik kesempurnaan alam kebenaran untuk mencapai “kesucian”. Maha Pencipta tidak menghendaki sewaktu berhadapan dengan-Nya, manusia itu harus berpakaian yang berlebih-lebihan, cukup sederhana bersih walaupun ditambal dan paling penting kebersihan bathin atau alam pikiran.

image

Sundaram = Keindahan. Keindahan itu kekal dan abadi. Seseorang yang dapat meresapi suatu keindahan pada masa itu ianya terlepas dari segala tekanan terhadap bathinnya jika tidak suatu keindahan yang dikatakannya indah ini adalah keindahan imitasi. Sebab seseorang yang sedang menghadapi kesulitan baginya tertutup rasa keindahan oleh karena suatu keindahan menghendaki kesucian alam pikiran yang mengakibatkan lahirnya kebenaran dari keindahan tersebut. Tetapi dewasa ini keindahan dapat dibuat atau dirubah bahkan dimusnahkan oleh manusia hanya yang tidak dapat diganggu-gugat kesucian dan kebenaran, keindahan yang terdapat dalam alam pikiran manusia. Manggalamastu

Om Santih Santih Santih Om
♡ I W Sudarma (Jro Mangku Danu)