Om Swastyastu

“Lebih baik… menerima… merasakan… dan melepaskan… “RASA”… satu hari…
dari pada menahan… menyimpan… untuk berusaha melupakan “RASA”…
karena justru akan te“RASA”… setiap hari…”.(♡ Jro Mangku Danu ~Mutiara Dharma 23/09/2015)
__________
Jika Anda sakit hati…? Apa yang Anda lakukan…???

Contoh misalnya:
Atasan Anda… marah-marah tentang ketidakberesan kerja anda… sambil memaki-maki lagi …..Sakit hati kan ???

Atau bahkan orang tua anda…Yang “pas” sedang capek…Terus melihat Anda berbuat salah…Anda dimarahin…dimaki-maki… dan sebagainya…Sakit hati kan ???

Atau…
Pembantu anda…Yang ternyata menyetrika baju kesayangan Anda… Karena kelalaiannya… jadi terbakar dan berlubang…Grrr… langsung keluar dech “tanduk” di kepala Anda…….:)🙂

Atau…
Pacar Anda…Yang gak ada angin… gak ada hujan…Tiba-tiba… mutusin Anda…(kalau yang ini… gak usah dibahas dech… gimana reaksinya…???)

Tahukah Anda…
Bahwa lebih 70 % penyakit fisik berawal dari -bagaimana memperlakukan “rasa”-…Bahkan penyakit psikologis pun… juga berawal dari bagaimana memperlakukan “rasa”…

Dalam tinjauan “psikologi” masa lalu… Ada dua cara memperlakukan “rasa”…

Apa itu ???

Pertama : Me’represh’ atau menekan atau menahan “rasa” tersebut…

Kedua : Mengekspresikan atau memunculkan “rasa” tersebut…

Orang Indonesia atau khususnya orang Jawa tidak jarang menggunakan cara yang pertama…

Ada sebuah hambatan untuk “mengaktualisasikan” perasaannya………

Bahkan dengan dalih… berpikir positif… dan “biar kelihatan” bijak….…

Ketika berhadapan dengan atasannya… seseorang lebih baik diam…
Terus berpikir positif… Ah gak apa apa… emang saya kok yang salah………
Dia kan Bos… jadi gak boleh marah…..…

Apalagi dengan orang tuanya…
Gak pa pa… gak pa pa… kan harus jadi anak berbhakti……….…

Kalau “gak pa pa” nya… bersumber dari keikhlasan dan kerelaan hati…
Itu sangat baik… dan itu memang yang harus dilakukan…

Namun apabila “gak pa pa”nya tersebut namun……….…
Hati masing “mendongkol”… atau masih “Berperasaan Negatif”…
Itu yang masalah… dan dapat menumpuk masalah di kemudian hari…

Me”represh” sama saja kita ingin menamfikkan “rasa”…… meniadakan “rasa”… menghindari “rasa”… menahan “rasa”… menyimpan “rasa”… atau berusaha melupakan “rasa”….…

Percayalah……. bahwa Cara tersebut… bukan cara yang tepat… untuk memperlakukan rasa…

Cara yang kedua..Yaitu: Mengekspresikan “rasa”…
Maksudnya….… Anda mengaktulisasikan rasa tersebut bahkan melampiaskan rasa tersebut……..…

Terus apa yang dilakukan…???

Anda balik memaki – maki atasan Anda, pembantu Anda, pacar Anda… atau bahkan orang tua Anda … (Lho…???) Baik secara langsung…. Atau pun ngegosipin… maki-maki dalam kamar… maki-maki dalam buku diary… atau maki-maki di facebook, WA, BBM, dan sosial media lainnya… he he he..

Sebenarnya cara tersebut juga bukan cara yang sehat…

Terus harusnya gimana ???

Dalam psikologi transpersonal… Ada tambahan cara untuk memperlakukan rasa…
Yaitu : melepaskan rasa…

Maksudnya… ???

Anda ‘mustahil’ bisa ikhlas dan rela terhadap rasa….…
Jika Anda belum ‘melepas’ rasa tersebut…….
Apalagi jika caranya “direpresh” atau “diekspresikan”…
Hal tersebut… hanyalah kerelaan & keikhlasan semu…

Hal yang pertama harus Anda lakukan, adalah…
Anda harus bisa “MENERIMA” rasa Anda…
Kenali Rasa Anda… dan Terima Apa Adanya…

Banyak orang yang masih menamfikkan Rasa yang ada dalam diri…
Kita malu… untuk merasakan… bahwa kita masih “sayang” dengan mantan kita…
Kita takut… untuk merasakan… marah tentang perlakuan bos dan ortu kita…
Kita segan… untuk merasakan … jengkel pada pembantu kita… dikira gak bijak nanti…

Apapun itu… berawal dari keberanian kita …Untuk mengenal “rasa”… dan menerima apa adanya…

Jika kita sudah bisa mengenal dan menerima “Rasa” … Perlahan… kita lepaskan “rasa” tersebut…

Salah satu cara yang sering digunakan…
Adalah dengan “visualisasi” rasa tersebut…..…
Kita lepas… seiring kita melepas “napas” kita…
Ada beberapa teknik Mind Therapy untuk melakukan tersebut…
Atau bahkan terapi Transpersonal… untuk melakukannya…

Atau Anda dapat melakukan sendiri…
dengan “ritual” spiritual… (Do’a, japa, sembahyang dan lain sebagainya… apapun keyakinan Anda)
Dalam do’a kita… kita lepaskan rasa ini… kita ikhlaskan rasa ini…
Dan kita kembalikan “rasa” ini pada Sang Pembuat “RASA”…
Kita serahkan hidup kita… pada Zat yang menggenggam kehidupan…

Berikan “Cinta kasih” pada orang yang “menyakiti” Anda…
“Aku memaafkan kamu… Aku mengasihi kamu… Semoga Engkau mendapat Kebaikan…”

Biarkan vibrasi positif Anda… teresonansi kembali pada Anda…

Selanjutnya… senantiasa “berikan” sugesti positif dalam lintasan pikiran Anda setiap saat…
Karena terkadang… keikhlasan tidak kita ciptakan dalan satu “kejadian”….
Karena keihlasan… adalah pekerjaan hati yang gak bisa dipaksakan…
Biarkan mengalir apa adanya… sehingga keikhlasan… datang sendiri pada Anda…

Semoga bermanfaar bagI kita semuanya

Om Santih Santih Santih Om
♡ Jro Mangku Danu