Om Swastyastu

Telapak tangannya mengembang, bukan karena latihan menari
Tapi karena sejak subuh hingga siang ia sibuk dengan cucian pakaian
Tangannya pucat karena air dan detergen
Namun senyumnya selalu menghiasi letihnya
Tanda syukur ditengah semakin susahnya lapangan kerja
Menjadi tukang cuci adalah
Sebuah karunia walau bukan Impian

image

Kehilangan waktu untuk sembahyang itu sudah sering
Tapi ia justru bersyukur dapat menyiapkan pakaian bersih, wangi, dan rapih bagi tuannya yang mencari Tuhan
Sementara ia bercengkrama dengan Tuhan dalam tiap bilasan air, Dan kucekan pakaian
Peretemuan yang sempurna bukan……????

Tukang cuci….
Demikianlah kisah yang ku potret hari ini
Sebuah profesi teramat mulia
Bagi kelangsungan perut yang diopeninya

Baginya mencuci adalah tempat dimana ia merasa dekat dengan Hyang Widhi
Gerakan tangan adalah Mudra untuk menyapaNya
Duduk adalah Asanas membangunkan Kundalini
Fokus agar pakaian bersih dari noda adalah Pratyahara
Dan mendapatinya larut dalam Svadharma adalah saat ia berada pada posisi Dhyana
Samadhinya adalah kepuasan diri saat ia menyelesaikan dengan baik tanggung jawabnya

Semeton semuanya……
Tidaklah berlebih kemudian jika banyak para wicaksana bertutur: “pekerjaanmu adalah pemujaanmu”
Menjadikan svadharma sebagai media/ladang untuk mengais pundi-pundi kebajikan, dan menjadikannya kendaraan pulang me rumah asal, adalah apa yang diajarkan oleh tukang cuci pakaian kepada kita.

Om Santih Santih Santih Om

~Jro Mangku Danu
Bali, 02/10/2011