Om Swastyastu

1. Bunga selalu berusaha menuju dan mengarah ke atas,

Setiap perjalanan rohani seharusnya membuat kita semakin bergerak maju, mengurangi beban-beban keinginan duniawi, sehingga membuat langkah kita semakin ringan hingga pada akhirnya membawa kita keatas menuju perdamaian. Bunga sudah melakukannya bahkan diranting yang terendahpun bunga selalu berusaha untuk mengarahkan dirinya keatas, seolah-olah berpesan, “Lepaskanlah bebanmu, egomu, mari kita bergerak untuk maju”.

2. Bunga selalu memancarkan aroma keharuman

image

Tak terbantahkan bahwa sebagian besar dari bunga memancarkan aroma keharuman, tidak perduli apakah dia tumbuh di sawah, di ladang, di pinggir jalan, atau bahkan di pinggir got sekalipun bunga tidak tergoyahkan. Dengan tangan kanan atau tangan kiri digunakan untuk memetik bunga tadi lagi-lagi bunga tak terpengaruh, dia selalu hadir dengan keharuman yang sempurna.

3. Bunga tidak pernah menuntut dan tidak mengeluh

Kehidupan semestinya berubah, karena tiada yang kekal kecuali perubahan itu. Tatkala bunga harus digantikan keberadaannya oleh buah maka bunga menunjukkan sebuah pelajaran yang tak ternilai, yaitu “Jangan pernah mengharapkan kehidupanmu berjalan sesuai dengan keinginanmu, tatkala kebahagiaan datang bersiaplah menerima penderitaan diputaran waktu berikutnya”. Bunga tidak pernah menuntut dan tidak mengeluh ketika posisinya harus digantikan oleh buah.

4. Pelajaran terakhir dan paling utama dari bunga, yaitu:

Bahwa manakala dia harus gugur dan rontok ke tanah, sebuah pengorbanan besar tanpa pamrih ia lakukan, yaitu dengan membiarkan dirinya hancur terurai, kemudian menjadi pupuk penyubur bagi tanaman yang ada disekitarnya. Pesan penuh makna nilai kasih sayang ini hendak disampaikan kepada kita yang hidup ini, bahwa manakala dalam keadaan serba kekurangan, bahkan ketika penderitaan datang dia masih sempat membuat hidup lebih bermanfaat untuk makhluk lain.

Nah, pertanyaannya adalah: “Adakah diantara kita yang bersedia mengikuti langkah Sang Bunga tadi?”.

Om Santih Santih Santih Om
~I Wayan Sudarma (Jro Mangku Danu)