Om Swastyastu
Berikut adalah metode Pemarisudha Pekarangan sederhana yang bisa dijadikan sebagai alternatif Pemarisudha Pekarangan yang angker, ada pepasangan, dan sebagainya.

Sarana:
1. Abu Aon (Abu gosok), yang diambil di dapur
2. Garam dapur (yg sudah pernah di pakai di dapur)
3.Bungkak Gading di kasturi
4. Banten sedapatnya

Cara:
Semua sarana tersebut di atas diletakkan di masing-masing tempat sedemikian rupa, lalu mohon kepada Ida Bhatara Guru di Kamulan.
1. Mohonkan Abu Gosok kepada Ida Bhatara Brahma untuk membakar hal-hal negatif yang ada di pekarangan rumah.
2. Mohonkan Garam Dapur kepada Ida Bhatara Wisnu untuk menghanyutkan hal-hal negatif yang ada di pekarangan rumah.
3. Mohonkan Bungkak Gading kepada Ida Bhatara Siwa untuk mensucikan kembali pekarangan tersebut dari hal-hal negatif sehingga menjadi bersih, murni dan suci kembali.

Pelaksanaan:
* Sebelumnya ayat Ida Bhatara Sedahan Karang (Hyang Bahurekso, Bhatara Ganapati), lalu Taburkan Abu Gosok (konsentrasikan semua hal negatif terbakar), kemudian Garam (konsentrasikan hal negatif hanyut) dan disusul dengan memercikkan Tirtha Bungkak Gading untuk pensucian ke pekarangan dimulai dari arah Timur Laut (Kaja Kangin) keliling searah jarum jam (Purwa Daksina), ke kamar-kamar, ruangan, terakhir taburkan di depan pintu masuk pekarangan (pintu gerbang). Sambil uncarang mantra: Ong Ang Ung Mang Gam Ganapataye Namaha (secara keras-keras).

* Dewasa: Kapan Saja

* Seusai dilaksanakan untuk pekarangan, lanjutkan digunakan untuk anggota keluarga, dimulai dari abu, garam (dari kepala hingga ke kaki), untuk bungkak dipercikkan, diminum dan diraupkan.

* Pengalaman saya menggunakan metode mecaru/pemarisudha sederhana ini untuk karang yang tergolong tenget, panas, angker, kotor, dan juga untuk semeton yang sakit; sangat efektif.

Om Santih Santih Santih Om
* sumber: Lontar Sulayang Gni druwe Pura Lempuyang Luhur.

Saking tityang: I W. Sudarma (Jro Mangku Danu)
Rahayu ®