SUGIHAN BALI/MANIK

Om Swastyastu

“Bali” dalam bahasa Sanskerta berarti kekuatan yang ada dalam diri. Jadi Sugihan Bali atau ada yang menyebutnya Sugihan Manik memiliki makna yaitu menyucikan diri sendiri (Bhuana Alit/Mikrokosmos), hal ini sesuai dengan petikan lontar sundarigama: “Kalinggania amrestista raga tawulan” (oleh karenanya menyucikan badan jasmani-rohani masing-masing /mikrocosmos), yaitu dengan memohon tirta pembersihan /penglukatan.

Sugihan Bali/Manik dilaksanakan pada hari Sukra (Jumat) Kliwon Wuku Sungsang.

Manusia tidak saja terdiri dari badan phisik tetapi juga badan rohani (Suksma Sarira dan Antahkarana Sarira). Persiapan phisik dan rohani adalah modal awal yang harus diperkuat sehingga sistem kekebalan tubuh ini menjadi maksimal untuk menghadapi musuh yang akan menggoda pertapaan kita.

Secara sekala, setidaknya pada hari Sugihan Bali umat SeDharma melakukan “Suci Laksana; Mandi, Keramas. Secara rohani dapat melakukan dengan Melukat, baik ke sumber mata air, atau melalui upakara prayascitta atau nunas pelukatan ring Sang Sulinggih.

Semoga bermanfaat
Om Santih Santih Santih Om
~ Jro Mangku Danu

* Sumber: Lontar Sundarigama
* Source: https://dharmavada.wordpress.com/2012/08/14/

Write & Posted by:I W. Sudarma (Jro Mangku Danu)