Makna Hari Panyekeban

Om Swastyastu
Hari Panyekeban jatuh pada hari Minggu Pahing wuku Dungulan.

Secara Tattwa Semantik Kata “Panyekeban” artinya mengendalikan semua indriya dari pengaruh negatif, karena hari ini “Sangkala Tiga Wisesa” turun ke dunia untuk mengganggu dan menggoda kekokohan manusia dalam melaksanakan tapa, brata guna mencapai Kemenangan Diri (Mahardikaning Urip) yaitu: Hari Galungan.

Dalam Lontar Sundarigama disebutkan : “Anyekung Jnana”, yang artinya mendiamkan pikiran agar tidak dimasuki oleh Bhuta Galungan dan juga disebutkan “Nirmalakena” (orang yang pikirannya yang selalu suci). Dengan pikiran yang selalu jernih dan suci inilah manusia tidak akan dimasuki oleh Bhuta Galungan.

Melihat pesan Panyekeban ini secara Rohani mewajibkan umat Hindu untuk mulai melaksanakan BRATA dan atau UPAWASA sehingga pemenuhan akan kebutuhan semua Indriya tidak jatuh ke dalam kubangan dosa; pikirkan yang baik dan benar, berbicara kebenaran, berprilaku bijak dan bajik, mendengar kebenaran, menikmati makanan yang sattvika, dan yang lain, sehingga kita tetap memiliki kekuatan untuk menghalau godaan Sang Mara.

Secara sekala hari ini Umat mulai “nyekeb” pisang atau tape untuk keperluan banten/upakara, yang akan dipersembahkan saat Hari Suci Galungan.

Demikian dapat saya uraikan secara singkat tentang Makna hari Panyekeban ini. Semoga kita semua dapat memberikan NILAI tambah guna peningkatan kualitas hidup kita. Dengan perjuangan melalui Tapa, Brata, Upawasa dan penyiapan berbagai sarana upakara; sehingga saat Galungan kita memang layak untuk menjadi Pemenang yang sesungguhnya. Manggalamastu.

Om Santih Santih Santih Om
~ Jro Mangku Danu

* Sumber bacaan: Lontar Sundarigama

Write & Posted by:I W. Sudarma (Jro Mangku Danu)