Arti dan Filosofi Jari Tangan menurut Teks Sanyasa Tantra:

Om Swastyastu
1. Ibu jari (jempol) merupakan perlambang penguasa. Ibu jari adalah jari yang mengumpulkan semua keunggulan empat jari yang lain, dan mengontrolnya untuk dapat melakukan sesuatu, mensinergikan semua kekuatan empat jari yang lain, dan meledakkannya pada momentum yang tepat. Cobalah genggam palu dengan empat jari selain ibu jari dan ayunkan palu itu sekuat tenaga, hampir pasti palu itu terbang entah kemana. Ibu jari adalah  jari paling besar yang mengontrol empat jari lainnya.

2. Telunjuk adalah perlambang orang kaya, itulah kenapa kita terbiasa menunjuk-nunjuk sesuatu, atau memerintahkan seseorang melakukan sesuatu dengan telunjuk, persis seperti orang kaya yang kelakuannya mau apa-apa tinggal tunjuk.

3. Jari Tengah adalah perlambang seorang yang beriman (orang yang berilmu), jari tengah merupakan jari yang paling tinggi diantara kelima jari,  akan tetapi setiap kali kita akan makan menggunakan tangan, atau mengambil suatu barang, secara anatomis jari tengah akan menarik diri menjadi sejajar dengan empat jari lainnya. Itulah perlambang kebijakan jari tengah.

4. Jari Manis adalah perlambang pemuda, pemuda selalu manis untuk dipandang, entah karna kepintarannya, luas pengetahuannya, anggun rupanya, atau karna hal-hal lain, kau tahu, katanya, itulah kenapa kita pasang cincin di jari manis kita, itu perlambang keindahan pemuda!!

5. Kelingking tak lain tak bukan adalah perlambang wanita, katanya. Kelingking adalah  jari terlemah diantara semuanya. tapi bukankah tidak selamanya perempuan itu lemah? itulah kenapa permainan “suit” kita memenangkan kelingking dari ibu jari, penguasa saja bisa bertekuk lutut dengan wanita. Kelingking kalah dengan telunjuk seperti wanita dengan harta.

Om Santih Santih Santih Om
♡ I W Sudarma
* Sumber: Buku Sanyasa Tantra