Om Swastyastu

Seorang Awatara adalah seorang inkarnasi Tuhan. Ketika Tuhan turun ke bumi dalam suatu bentuk hidup apapun, maka
kita menyebut itu Awatara.

Menurut kitab-kitab purana, tak terhitung banyaknya Awatara yang pernah turun ke dunia ini. Awatara-awatara tersebut tidak selamanya merupakan “inkarnasi langsung” atau “penjelmaan langsung” dari Sang Hyang Wisnu. Beberapa Awatara diyakini memiliki “jiwa yang terberkati” atau mendapat “kekuatan Tuhan” sebagai makhluk yang terpilih. Misalnya:

1. Purusha Awatara: Awatara pertama Tuhan yang memengaruhi penciptaan alam semesta. Awatara tersebut yakni:
– Vasudeva
– Sankarshan
– Pradyumna
– Aniruddha

2. Guna Awatara: Awatara-Awatara yang mengatur tiga macam aspek dalam diri makhluk hidup. Awatara-Awatara tersebut yakni:
* Brahmā, pengatur nafsu dan keinginan, penciptaan.
* Wisnu, pengatur sifat-sifat kebaikan, pemeliharaan
* Siwa, pengatur sifat pemralina hingga pralaya.

3. Lila Awatara: Awatara yang sering ditampilkan dalam kitab-kitab Purana, seperti Dasa Awatara dan Awatara lainnya. Awatara tersebut turun secara teratur ke dunia, dari zaman ke zaman untuk menjalankan misi menegakkan Dharma dan menunjukkan jalan Bhakti dan Moksha.

4. Manwantara Awatara: Awatara yang diyakini sebagai pencipta para leluhur dari umat manusia di muka bumi.

5. Shaktyawesa Awatara: ada dua jenis:
1). makhluk yang merupakan penjelmaan Tuhan secara langsung; dan
2) makhluk diberkati yang mendapatkan kekuatan dari Tuhan.
Jenis tersebut memiliki jumlah yang besar, dan merupakan Awatara yang istimewa. Awatara jenis ini, misalnya saja: Narada Muni atau Sang Buddha. Awatara jenis tersebut kadang-kadang dikenal dengan sebutan Saktyamsavatar, Saktyaveshavatar atau Avesha avatar.

Awatara lain yang termasuk jenis kedua, misalnya: Parashurama, yang mana Tuhan tidak secara langsung menjelma. Dalam jenis yang kedua tersebut, menurut Srivaishnavism, ada dua macam lagi, yakni:
1) Tuhan memasuki jiwa mahluk yang terpilih tersebut (seperti: Parashurama);
2) Tuhan tidak memasuki jiwa secara langsung, namun memberikan kekuatan suci (misalnya Vyasa, penyusun Veda).

Awatara jenis kedua tersebut tidak dipuja sebagaimana mestinya Awatara yang lain. Hanya Awatara yang merupakan penjelmaan langsung yang kini sering dipuja, seperti: Narasimha, Rama, dan Sri Krishna.

Menurut aliran Waisnawa, Krishna merupakan Awatara yang tertinggi di antara Awatara yang lain.

Namun, pengikut Sri Chaitanya, Nimbarka,Vallabhacharya memiliki filsafat berbeda dengan pengikut aliran Waisnawa, seperti: Ramanuja dan Madhva dan menganggap bahwa Krishna merupakan kepribadian dariTuhan yang Maha Esa, dan bukan seorang Awatara belaka.

Dalam beberapa filsafat Hinduisme, tidak ada perbedaan dalam memuja Sang Hyang Widhi ataupun Awataranya karena semua pemujaan tersebut akan menuju kepada-Nya.

Contoh lainnya misalnya:
– Hanoman dalam Ramayana merupakan Awatara Siwa.
– Menurut kepercayaan umat Hindu, Dattatreya adalah seorang Awatara yang merupakan penjelmaan dari Trimurti (tiga dewa utama), yaitu Brahma,Wisnu dan Siwa. Dattatreya lahir sebagai putera Resi Atri dan Anasuya. Nama Dattatreya berasal dari kata datta dan atreya. Kata datta berarti “diberi”, oleh karena Trimurti telah memberikan perwujudan sebagai putera Atri dan Anasuya. Kata atreyasecara harfiah berarti “putra Atri”. Dalam tradisi Natha, Dattatreya dianggap sebagai awatara atau inkarnasi dari Dewa Siwa dan sebagai Adi-Guru (guru pertama) dalam tradisi Adinath Sampradaya. Di India, Dattatreya dipuja oleh berjuta-juta umat Hindu dan berbagai tradisi dilakukan untuk memuliakannya.
– Binatang Angsa adalah salah satu awatara (inkarnasi) Wisnu yang disebut dalam kitab Bhagawatapurana. Angsa merupakan salah satu awatara yang muncul pada zaman Satyayuga atau zaman kebajikan. Angsa muncul sebagai awatara berwujud angsa yang memberi pengetahuan suci kepada Dewa Brahma dan para putra Beliau (Catursana).
– Dalam Teks -Teks Lontar seperti: Perthiti Sambut Pada, Lontar Wrhaspati Kalpa, Tutur Gong Besi, juga dijelaskan bahwa pada setiap kelahiran manusia akan kita dapati kata-kata demikian….”Rare embas dina soma (misalnya)…..MANUMADI BHATARA..A, B, C…

Hal ini berarti bahwa setiap kelahiran manusia merupakan Awatara dari Istadewata….hanya saja kita belum menyadarinya..

Dengan demikian, pemahaman kita selama ini yang mengatakan bahwa Awatara hanya ada 10, tidak serta merta mesti kita terima begitu saja.

Dan semoga tulisan singkat ini dapat menambah kasanah pemahaman kita akan KELUASAN & KELUWESAN Hindu. Bahwa Hindu bukanlah agama kaku yang Fixed Price.

Om Santih Santih Santih Om
♡ I W Sudarma (Jro Mangku Danu)
* Dari Berbagai Sumber