Om Swastyastu
Pada hari Rabu Pon Wuku Watugunung, oleh lontar Bhagawan Garga dikenal dengan nama Budha Urip atau Dina Urip Kalantas. Hal ini diambil dari kisah I Watugunung, setelah ia berjuang setapak demi setapak untuk mencapai Cahaya Pengetahuan, melewati masa keragu-raguan (Candung Watang) yang membingungkan, lalu ia mencoba bangkit dengan mendekati dirinya, mendekati keluarganya, sahabatnya, dan juga Gurunya (Paid-Paidan). Dengan cara inilah ia menemukan kembali ritme hidupnya yang pernah terkoyak dilema putus asa.

Kini I Watugunung telah terselamatkan dan memiliki semangat baru, dan dapat berdiri tegak penuh kepercayaan, laksana mentari yang terbebas dari kungkungan awan pekat. Hatinya sumringah, seberkas asa bertumbuh pada bhatinnya. Raganya nampak bugar kembali untuk melanjutkan perjalanannya menemukan Cahaya Agung Sarining Jnana.

Saudara-Saudari semuanya, dari kisah ini kita dapat belajar satu hal penting, bahwasanya…..Manakala kita telah pulih dari keragu-raguan berkat dorongan dari berbagai pihak yang kita percaya, kita memiliki semangat baru yang lebih segar dan lebih murni. Dan saat itulah penghalang utama berupa ketidakpercayaan diri akan menyingkir tanpa kompromi dengan sendirinya.

Ini pemaknaan inti dari hari Budha Urip Kalantas (Budha Pon Watugunung). Bahwa mereka yang benar-benar bersungguh-sungguh, yang menyayangi hidupnya, yang pantang menyerah, yang memiliki dedikasi, disiplin dan komitmenlah yang nantinya layak menjadi pemenang. Pemenang atas hidupnya, pemenang atas kesejatian Diri, pemenang atas waranugraha Sarining Jnana.

Mari kita gunakan kesempatan singkat ini dengan sebaik-baiknya…Manggalamastu…!!

Om Santih Santih Santih Om
~ Jro Mangku Danu
* Disunting dari Artikel: Sisi Lain Makna Hari Sarasvati

IMG_0197.JPG