Om Swastyastu

Seorang Pengemis duduk diantara anak tangga di sebuah bangunan dengan topi di kakinya.

Dia memegang sebuah papan yang bertuliskan : “Tolonglah, Aku BUTA”. Saat itu hanya ada beberapa koin saja di dalam topinya.

Seorang pria melintas di depannya & mengambil beberapa koin dalam kantongnya & menaruhnya ke dalam topi Si Pengemis.

Si Pria kemudian mengambil papan pada Si Pengemis, membalikkannya & menulis beberapa kata, lalu menaruhnya kembali & berjalan meninggalkannya.

Segera topi itu langsung terisi & penuh. Begitu banyak orang memberikan uang. Sore harinya, pria yang mengganti tulisan di papan melintas kembali untuk melihat perubahan apa yang terjadi.

Si Pengemis mengenalinya & bertanya : “Apakah anda yamg mengganti tulisan pada papanku tadi pagi & apa ditulis ?”

Si Pria menjawab, “Aku menulis yang sebenarnya & menulis apa kamu tulis “hanya” dengan cara yang berbeda”

“Hari ini adalah hari yang indah & hanya saja Aku tidak bisa melihatnya”

Kedua kalimat tersebut memberi arti yang sama bahwa Si Pengemis tidak bisa melihat.

Saudara-Saudari, kejujuran memang penting, namun jika tidak diimbangi dengan kebijaksanaan; maka nilai kejujuran itu takkan maksimal.

Semoga Inspirasi kecil ini menjadikan kita kian bertumbuh dalam hal Kejujuran dan Kebijaksanaan. Manggalamastu

Om Santih Santih Santih Om
* Dari berbagai sumber

Write & Posted by:I W. Sudarma (Jro Mangku Danu)