MERDAH: “Good afternoon Nanang…., I Cang mara suud maca berita…banyak sekali manusia sekarang ini yang kesandung dengan hukum, ada yang baru jadi tersangka, sudah ditahan, sudah disidang dan tak sedikit yang sudah mendekam di Penjara. Mengapa gampang sekalu mereka jatuh terperosok seperti itu Nang, apa Nanang punya analisa khusus soal ini?”

TUALEN: “Aisss…Anak Nanang kian hari kian cerdas saja……begini itu Ning….Nanang jadi ingat pesan Kakekmu dulu seperti ini….”Yan Cening dot selamet-rahayu, ene de san nyen engsapina….DE NYEN CENING GAGESON… Secara harfiah petuah kakeknya Merdah ini bermakna: “janganlah terburu-buru”. Ungkapan ini menjadi bermakna sedemikian dalam. Pengeling-eling ini mengajak kita untuk “berproses” dalam mengarungi kehidupan ini. Maksudnya, dalam mencapai sesuatu seseorang harus melalui proses yang benar, karena suatu usaha dinilai tidak hanya dari hasilnya saja tetapi juga dari prosesnya.

Ungkapan “De Gageson” menyiratkan nasihat agar dalam mencapai maksud atau cita-cita tertentu, seseorang mampu mengendalikan dirinya dan mengikuti proses secara benar. Jangan sampai karena ingin segera mendapat hasil, orang lalu mengambil jalan pintas dengan menghalalkan segala cara. Hal ini juga berlaku saat kita belajar, mendalami agama, apalagi rohani-spiritual….jangan sampai kita bertindak gageson…nganggoang kite…..sekarepe dewek….!!

Menjamurnya tindakan dan prilaku korup, pejabat jadi penjahat di negeri ini, salah satunya disebabkan oleh sifat dan sikap “gageson” ini, dan melabrak prosedur-prosedur yang berlaku.

Pabesen Nanang Ken Cai: “sikap gageson” lebih sering membuat orang celaka lebih cepat, dibanding mereka yang berjalan secara wajar dalam proses yang alami….
Nah amonto malu Nanang Nuturin Merdah….”.

MERDAH: “Mimih….dewa ratu….Nanang memang Top…sing rugi I Cang ngelah rerama cara Nanang….selalu update….cara Veda  berjalan….Sukma Nang….”

Semoga bermanfaat bagi kita semua..!!
♡Jro Mangku Danu

Write & Posted by: IW. Sudarma