Merdah: “Nang, kapankah seorang manusia mengalami penderitaan yang teramat sangat dan kapan pula manusia mengalami kebahagiaan sejati di dunia ini?”

Tualen: “Mimih….., jeg pagi-pagi  Cai sudah bertanya tentang penderitaan dan kebahagiaan…..
Menurut keyakinan kita di Hindu, PENDERITAAN yang termat sangat itu adalah ketika manusia LAHIR ke dunia ini. Itu sebabnya tidak ada seorang bayi pun yang lahir TERTAWA, semua diawali dengan suara TANGISAN, sebagai tanda bahwa Ia masih memiliki hutang yang harus dilunasi di kehidupan ini.
Sedangkan KEBAHAGIAAN sejati di kehidupan ini adalah SAAT INI, saat kita masih BERNAFAS, karena nafaslah kita hidup, dan nafas adalah Tuhan itu sendiri. Makanya kita harus selalu ingat dengan nafas, kalau masih ingat dengan nafas berarti masih ingat dengan Tuhan, dan ingat dengan Tuhan inilah merupakan KEBAHAGIAAN sejati…..”

Merdah: “Ohhhh, demikian ya Nang….”
Tualen: “Ya,…..itulah yang sebenarnya….
Merdah: “Terima kasih penjelasannya Nang”
Tualen: “You are welcome my son…..”

♡Jro Mangku Danu

Write & Posted by: IW. Sudarma