Om Swastyastu

“Purusa memiliki sifat “sadar-pasif” & Pradhana memiliki sifat “tidak sadar-aktif”. Purusa seperti seorang yang melihat tetapi lumpuh, sedangkan Pradhana seperti soeorang buta tapi sehat. ..dan untuk mencapai tujuan (bahagia) Pradhana yang buta tapi sehat menggendong Purusa yang melihat tapi lumpuh. ..keduanya bekerja sama saling menguntungkan”.
image

Dalam bhuana alit, jiwa adalah aspek purusa dan badan adalah aspek pradhana, tanpa badan sang jiwa tidak dapat mencapai tujuan (kebahagiaan) dan demikian pula sebaliknya. ..

Saudara/i, kita tak bisa mengabaikan keberadaan badan (pradhana), walau memang sejatinya kita bukanlah badan. …tapi dalam kehidupan ini badan adalah perahu yang akan membantu kita menyeberangi lautan kehidupan ini….Kerjasama antara Purasa dengan Pradhana akan melahirkan karya baik dan buruk, dan Dominasi salah satu akan menimbulkan disharmoni.

Keduanya berperan penting, namun demikian Kontrol berada pada yang sadar/melihat….menunjukkan ke arah mana si sehat harus melangkah. Jika si buta yang mengontrol perjalanan-kemungkinan tersesat sangat terbuka lebar.
Si buta yang sehat harus tetap sehat, sdang si melihat harus tetap sadar dan tidak kepincut dengan pesona maya yang ilusi

Om Santih Santih Santih Santih
Oleh: I W. Sudarma ( Shri Danu Dharma Patapan)
Bali-11/09/2011

image

Written & Posted by: IW. Sudarma