Om Swastyastu
Hal kecil memiliki makna yang sangat dalam “Anteng atau Selendang”. Masyarakat Bali jika datang ke sebuah tempat suci ataupun ketempat orang suci pasti memakai anteng atau selendang yang diikatkan pada pinggang. Salah satu makna dari Anteng ini adalah pengikatan segala indria jasmani untuk fokus atau berkonsentrasi pada jiwa yang ada didalam diri,yaitu Tuhan. Disamping itu pula Anteng  adalah simbol perlindungan dari Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa bagi umatNya. Ini adalah mantra atau doa yang bisa diucapkan saat mengikatkan Anteng atau selendang pada pinggang. Saat mengikat atau memakai Anteng atau selendang, pegang simpul atau ikatan selendangnya, kemudian ucapkan mantra berikut ini:

Om Manidharavajrani Mahapratisari Raksha Raksha Hum Phat Swaha

O, Tuhan, saya mengikat simpul selendang ini bagaikan halilintar(Vajra) yang menarik dan mengikat segala pikiranku yang berkelana menuju kepada-Mu. Semoga Engkau melindungiku(raksha) dengan menjaga pikiranku dan mengahalangi masuknya segala pikiran buruk.

Dalam Mantra diatas ada tiga bijaksara mantra yaitu:
HUM-adalah Kavaca bijaksara atau bijaksara dari baju zirah(armour/baju perlindungan/tameng/baju perang)
PHAT-adalah bijaksara senjata(weapon) di dalam sansekertha.
SWAHA-nama dari permaisuri Dewa Agni, juga berarti persembahan, permohonan.

Salam, kirang langkung tiang nunas genggrena sinampura

Om Santih Santih Santih Om
* Ganapatya Nanda

Written & Posted by: IW. Sudarma