Oleh: Sudarma

Om Swastyastu
Di sebuah desa yang subur, hiduplah 2 lelaki bersaudara.
Sang kakak telah berkeluarga dengan 2 orang anak, sedangkan si adik masih melajang. Mereka menggarap satu lahan berdua dan ketika panen, hasilnya mereka bagi sama rata.

Disuatu malam setelah panen, si adik duduk sendiri dan berpikir. “pembagian ini sungguh tidak adil, seharusnya kakakku lah yang mendapat bagian lebih banyak karena dia hidup dengan istri dan kedua anaknya, tentu ia memerlukan kebutuhan yang lebih banyak dari pada aku.” Maka di malam yang sunyi itu diam-diam dia menggotong satu karung padi miliknya dan meletakkannya di lumbung padi milik kakaknya”.

Di tempat yang lain, sang kakak juga sedang berpikir, “pembagian ini adil jika adikku mendapat bagian yang lebih banyak, karena ia hidup sendiri, jika terjadi apa-apa dengannya tak ada yang mengurus, sedangkan aku ada anak dan istri yang kelak merawatku.” Maka sang kakakpun bergegas mengambil satu karung dari lumbungnya dan mengantarkan dengan diam-diam ke lumbung milik sang adik.

Kejadian ini terjadi bertahun-tahun. Dalam benak mereka ada tanda tanya, kenapa lumbung padi mereka seperti tak berkurang meski telah menguranginya setiap kali panen?
Hingga disuatu malam yang lengang setelah panen, mereka berdua bertemu di tengah jalan. Masing-masing mereka menggotong satu karung padi. Tanda tanya dalam benak mereka terjawab sudah, seketika mereka saling memeluk erat, mereka sungguh terharu menyadari betapa mereka saling menyayangi.

Beginilah seharusnya kita BERSAUDARA…!!
Harta TIDAK MENJADI PEMICU PERTIKAIAN melainkan MENJADI PEREKAT yang teramat kuat diantara saudara, terlebih saudara yang terikat oleh Garis Darah yang sama. Tidak ada dalil apapun yang pantas dijadikan alasan untuk saling membeci, bertengkar, bertikai-hingga memendam dendam kesumat.

image

Tuhan telah menanamkan cinta pada hati mereka yang mau lelah memikirkan nasib saudara-saudari mereka.
Tuhan tak akan membiarkan kita kekurangan jika kita selalu berusaha mencukupi kehidupan orang lain. Tuhan tak akan menyusahkan kita yang selalu berusaha membahagiakan orang lain.

Semoga rasa perSAUDARAan ini kian tumbuh subur di antara kita, mengingat sejatinya kita memang berSAUDARA, karena bersumber dari Bapak yang sama yakni TUHAN.  Kita berSAUDARA karena kita menghirup UDARA yang sama di atas bumi dan di bawah langit yang sama. Dalam Sesanti Veda dimaktubkan demikian: “Vasudhaiva Kutumbhakam ~ Kita Adalah Saudara”

Om Santih Santih Santih Om
01 Desember 2012

* Photo saat memimpin Upacara Agni Hotra.