Om Swastyastu

“Cakup-cakup balang,
Luwung titi luwung pengancang,
Tumbuh gigi becat mejalan” (Sekar Rare)

Sepintas lagu yang sering dinyanyikan saat “ngempu/mengasuh anak” ini  nampak tidak ada yang special. Tapi setelah diselami lebih jauh dalam tiap barisnya mengandung makna pendidikan yang sangat luar biasa.

* Cakup-cakup balang; mencakup-cakupkan kedua telapak tangan di dada; mengandung makna mengajarkan anak sikap Anjali/panganjali, sebagai bentuk tanda hormat. Sejak usia dini sudah didik untuk senantiasa hormat baik kepada Tuhan, sesama, juga lingkungan.

* Luwung titi luwung pengancang; jalan/jembatan bagus, penuntun/pegangan tangan pun bagus; bait ini bermakna agar dalam menyiapkan generasi penerus mesti di tuntun pada jalan yang benar, diberikan tauladan yang benar, dan diberikan jaminan rasa aman dan nyaman sehingga perkembangan phisik, psikis, emosi, mental, dan spiritualnya tidak terganggu.

* Tumbuh gigi becat mejalan; ketika giginya sudah tumbuh-adalah tanda sudah bisa berjalan; bait ini mengandung makna, bahwa tatkala anak sudah memiliki kemampuan (gigi: Alat untuk mengunyah), Saat itulah Ia sudah bisa menentukan nasibnya sendiri melalui guna dan karmanya.

image

Demikian Pengeling-eling ini dapat saya dan kita maknai secara sederhana. Semoga para Ibu dan orang tua yang ngemong anak-anaknya tidak bosan melantunkan lagu ini Saat “ngempu/mengasuh anak”.

Dan bagi kita, betapa penting pendampingan kepada generasi-generasi penerus kita di masa yang akan datang…..!!

Om Santih Santih Santih Om
Oleh: I W Sudarma
Denpasar, 17/08/2012