oleh: Sudarma

Om Swastyastu
Suatu ketika seorang murid bertemu dengan seorang Guru Spiritual;
Murid: “Guru, saya sedang menjalankan usaha, dan saya sudah menerapkan tehnik-tehnik kesuksesan seperti yang diajarkan oleh para pakar kesuksesan, tetapi usaha saya masih belum berhasil. Oleh karena itu, saya mohon petunjuk Guru untuk mengajari saya tentang seni kesuksesan?”
Guru: “Esok hari, berpuasalah, dan lakukan puasanya secara sadar. Sesungguhnya dalam puasa terdapat benih-benih kesuksesan!”

Beberapa hari kemudian sang murid menemui Gurunya lagi
Murid: “Guru, Saya sudah berpuasa sesuai petunjuk Guru, mohon petunjuk Guru tentang makna puasa sebagai pelajaran kesuksesan.”

Guru: “Kesuksesan lebih mirip perlombaan marathon daripada perlombaan lari jarak pendek (sprint), dan itupun perjalanannya seperti mendaki tangga, dimana engkau akan menghadapi tantangan untuk setiap kenaikan anak tangga. Dengan kondisi seperti itu, maka diperlukan dua kemampuan utama dalam mencapai kesuksesan yaitu kemampuan pemecahan masalah, dan kemampuan ketahanan individu dalam menghadapi tantangan/kesulitan yang termasuk diantaranya kemampuan untuk menunda kepuasan dan kemampuan untuk merespon tantangan/kesulitan secara lebih baik dan lebih cepat (agility). Tentang kemampuan pemecahan masalah, kau sudah diajari oleh para pakar kesuksesan seperti mindset, target, strategy, action, celebration, dan learning and reinvention, sedangkan untuk kemampuan ketahanan individu kau harus melatihnya di realita. Dengan melakukan puasa secara sadar, kau bisa melatih keduanya.”

Murid: “Terima kasih Guru, kebetulan sekali kalau bulan ini adalah bulan Ramadhan dimana muslim diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh.”

Guru: “Betul, dan oleh karena itu selain alasan keimanan dan alasan lainnya, tambahkan dalam mindsetmu bahwa dengan berpuasa kau sedang melatih kemampuan kesuksesanmu. Semoga dengan kau melakukan puasa secara sadar selama sebulan penuh, maka semoga kebiasaan sukses dapat menjadi kebiasaan dalam hidupmu.”

Om Santih Santih Santih Om