oleh: Sudarma

Om Swastyastu

1. Anamayakosa atau badan wadag/kasar. Memerlukan asupan makanan yang bersumber dai makanan sehari-hari.
2. Manomayakosa yaitu lapisan badan yang dibentuk oleh pikiran/ide, asupan makanannya adalah apa yang kita indera.
3. Pranamayakosa atau lapisan badan energi atau eteric. Asupan makanan berupa apa yang diserap oleh dan melalui sistempernafasan.
4. Jnanamayakosa atau lapisan badan pengetahuan. Asupan makanan berupa pengetahuan yang kita pelajari.
5. Anandamayakosa atau lapisan badan kesadaran, kasunyatan, lapisan inti. Lapisan badan inti tidak memerlukan makanan. Apabila kita sudah mampu memenuhi semua asupan makanan bagi lapisan badan tersebut, maka akan muncul kesadaran.

Sloka Bhagawadgita bab 17. Sloka 8-10 ini bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita: (8) “ayuhsattnabalarogya
sukhapritlvivardhanah
rasyah snihdhah sthira hridya
aharah sattvikapriyah”

artinya : makanan yang memberi hidup kekuatan, tenaga kesehatan, kebahagian dan kegembiraan yang terasa lezat, lembut, menyegarkan dan enak adalah makanan yang satwika

(9) “katvamlalavanatyushna
tikshnarukshavidahinah
ahara rajasasye ‘shta
duhkhasokamayapradah”

artinya : makanan yang pahit, masam, asin
pedas, banyak rempah. Keras dan hangus
yang menyebabkan kesusahan, emosi, kesedihan dan penyakit adalah makanan rajasika

(10) “yatayamam gatarasam
puti paryushitam cha yat
uchchhishtam api cha ‘medhyam
bhojanam tamasapriyam”

artinya : makanan yang usang, hilang rasa
busuk, berbau, basi, bekas sisa-sisa
dan tidak bersih adalah makanan
Tamasika

Keterangan:
Ketiga sloka di atas membicarakan makanan yang kita makan sehari-hari, karena makanan ini adalah penting bagi kehidupan kita. Tempramen seseorang juga ditentukan oleh temperamen makanannya. Dalam sloka 8 makanan yang dimaksud adalah bukan makanan mewah dan harganya mahal harganya, melainkan makanan yang berguna bagi kesehatan badan kita, makanan yang segar, tidak berbahan pengawet.

Makanan yang dimaksudkan dalam sloka 9 adalah makanan yang serba menimbulkan rangsangan-rangsangan yang ekstrim, sedangkan makanan yang disebut dalam sloka 10 adalah makanan yang tidak patut dimakan dan sebenarnya dilarang untuk dimakan. (Mengenai istilah sattvika, rajasa dan tamasa, lihat keterangan sloka XVI.10 yang berarti : yang menyehatkan, yang bernafsu dan yang melemahkan). Kwalitas makanan sangat penting artinya bagi pertumbuhan dan kesehatan badan, dan diet dalam kehidupan spirituil membawa pengaruh terhadap kekuatan pikiran dan pengekangan hawa nafsu.

Namun yang lebih penting selain jenis makanan-minuman, adalah, bagaimana makanan-minuman itu didapatkan, apakah dengan jalan dharma/kebenaran, atau dari hasil yang tidak baik, misalnya dari hasil menipu, korupsi. Juga bagaimana makanan-minuman itu di buat/dimasak…

Kualitas pikiran sang pembuat sangat berpengaruh pada energi makanan-minuman. Memasak penuh cinta akan menyehatkan, tapi memasak dengan cemberut, benci, dan marah-akan mendatangkan penyakit-penyakit psikomatik. Demikian juga saat menghidangkannya…ditentukan oleh perasaan si penghidang. Bagi si pemakan, usahakan berdoa saat sebelum makan-minum, sehingga reaksi energi negatif dari makanan tersebut bisa di minimize.

Om Santih Santih Santih Om
* Dari berbagai sumber