PENDAHULUAN
Salah satu ajaran yang terkenal dalam Veda adalah Yoga. Yoga berasal dari urat kata Sanskerta “yuj” yang berarti “berhubungan”. Dalam Yoga, manusia berhubungan dengan Sang Pencipta dan ciptaan-Nya dan berbagai kekuatan yang ada di dalamnya. Di dalam melaksanakan Yoga terdapat delapan tahapan proses yang dikenal dengan Astangga Yoga, terdiri dari:
1). Yama, yaitu pengendalian diri untuk mencapai keselarasan dengan orang lain, bersifat keluar.
2). Niyama, yaitu pengendalian diri untuk mencapai keselarasan mental, bersifat ke dalam.
3). Asanas, yaitu olah fisik untuk mencapai keselarasan organ tubuh.
4). Pranayama, yaitu pengendalian nafas guna mengaktifkan dan menyelaraskan syaraf dalam tubuh, menembus lapisan bawah sadar.
5). Pratyahara, yaitu menarik mundur pengindraan guna menyelaraskan lapisan supra mental
6). Dharana, yaitu mengarahkan pikiran pada satu titik, dan melepaskan obyek indra, guna menyelaraskan lapisan budhi/subliminal.
7). Dhyana, yaitu pemusatan pikiran ke dalam guna mencapai kesadaran kausal.
8). Samadhi, yaitu panunggalan luhur dalam kesadaran Atman.
Tahapan yoga yang ke-enam dan ke-tujuh termasuk dalam kegiatan meditasi, walaupun tahapan ke-enam baru berada pada tahap konsentrasi. Meditasi yang sesungguhnya adalah tahapan Yoga yang ke-tujuh.
Meditasi atau Dhyanam adalah cara melatih pikiran agar terbentuk/terbangun kesadaran kausal (Vijñana) melalui proses Dharana atau konsentrasi dan perenungan pada satu obyek. Meditasi juga merupakan sebuah cara untuk menjadikan pikiran dapat rileks, dan menarik oksigen sebanyak-banyaknya menuju otak. Keuntungan terbesar bagi mereka yang bermeditasi secara teratur adalah bertambahnya kekuatan pikiran dan menjadi lebih tanggap serta dapat menggunakan otak/energi pikiran dengan lebih efisien.

HUBUNGAN PIKIRAN DAN TUBUH
Pada hekekatnya tidak ada yang salah pada pikiran kita, pikiran ini begitu suci dan sangat tenang, setenang air di dalam bejana. Namun apabila saat ini pikiran kita tidak tenang itu karena mengikuti suasana hati, pikiran menjadi kacau dan bergerak gelisah serta dipenuhi oleh rasa cemas dan kekhawatiran.

Dalam pikiran terdapat suatu energi yang dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu energi positif dan energi negatif. Energi positif dalam pikiran muncul dan dibentuk oleh kondisi yang mengarah kepada hal-hal yang bersifat positif seperti cinta kasih, keyakinan, kesadaran, ketengangan, dan kebijaksanaan. Sedangkan pikiran atau energi negatif dibangun oleh kondisi pikiran yang selalu memunculkan rasa iri, dengki, serakah, sombong, khawatir, ragu-ragu, egois, putus asa dan kebencian.

Kedua jenis pikiran ini pada dasarnya membawa dampak bagi organ tubuh kita. Apabila pikiran kita didasari oleh ketenangan maka organ-organ seperti jantung berdetak dengan normal dan stabil. Kasusnya berbeda apabila pikiran kita dipenuhi oleh kegelisahan, dengki, benci, dan unsur negatif lainnya maka organ tubuhpun akan melemah serta tidak stabil. Contoh sederhana misalnya apabila pikiran kita dilanda emosi maka yang pertama bermasalah adalah nafas. Nafas kita tersengal-sengal tidak beraturan.
Ketika aliran nafas tidak terkontrol dan detak jantungpun akan tidak beraturan, aliran darah yang menuju ke jantung menjadi tidak stabil. Bias dibayangkan apabila dalam 24 jam manusia mengalami emosi yang hebat maka sasaran utama adalah kesehatan jantung akan menjadi masalah.

Pikiran yang selalu negatif serta tidak seimbang semakin bertambah akan semakin membekas dalam jiwa kita. Negativitas pikiran ini akan masuk jauh ke dalam pikiran bawah sadar yang membuat hidup ini semakin tak berarti. Untuk bisa mengubah pikiran negatif menjadi positif tidak ada jalan lain selain mengenali pikiran itu melalui meditasi, melalui tahap Dharana sampai kepada Dhyana.

MEDITASI UNTUK KESEHATAN
Seperti diketahui bahwa suatu penyakit berasal dari tiga unsur, yaitu virus, makanan dan temperatur. Jenis yang terakhir ini berasal dari pikiran. Obat pada dasarnya mampu bekerja secara maksimal apabila ada energi keyakinan dalam pikiran kita. Energi keyakinan Ini sangat kuat bahkan mampu untuk membunuh virus. Meditasi bukan obat, tetapi meditasi bekerja pada energi tubuh. Apabila energi tubuh kita kuat dan seimbang maka kita jarang sakit.
Meditasi yang dilakukan secara teratur membuat sistem kelenjar dalam tubuh menjadi normal, dan organ organ tubuhpun mampu bekerja dengan maksimal tanpa ada hambatan.
Dalam ilmu Yoga simpul kelenjar dalam tubuh manusia disebut dengan cakra. Cakra ini adalah titik meridian tempat keluar masuknya energidari luar tubuh masuk ke dalam jaringan tubuh, boleh dikatakan filter energi. Apabila salah satu dari cakra tubuh mengalami sumbatan energi atau kongesti maka aliran energi mengalami hambatan, inilah titik awalnya timbul sebuah penyakit. Energi dalam bahasa Sanskerta disebut Prana, dalam bahasa Cina disebut dengan Chi, maka ada sebuah olah nafas dan gerak disebut dengan senam Taechi dan Chikung. Pengobatan energi dan gerak dalam yoga dinamakan Hatta Yoga, latihan ini untuk membuat agar tubuh serta pikiran mampu menarik Prana alam semesta agar tubuh menjadi sehat dan kuat.

SAPTA CAKRA
Tubuh manusia terdiri dari tiga bagian yaitu badan fisik dan organ (badan kasar), badan energi (badan halus) atau bioplasmik (badan penyebab), yang terakhir adalah badan Roh. Antara ketiga badan ini saling berhubungan satu sama lainnya melalui sistem syaraf sensorik dan motorik sedangkan badan roh berhubungan melalui sistem energi dan chakra sehingga ketiga badan ini sangat terkait dan seimbang.
Dibagian belakang tulang manusia ada tujuh titik meridian atau Cakra yang mengontrol dan memberi energi kepada sistem kelenjar dalam tubuh dan organ. Apabila salah satu dari titik ini mengalami kekurangan atau kelebihan Prana maka Cakra yang lainpun menjadi tidak stabil.organ seperti contoh berikut ini:

1). Cakra dasar (Muladhara) terletak pada dasar tulang punggung, cakra ini mengontrol dan memberi energi kepada: sistem otot kerangka, tulang punggung, produksi dan kualitas darah, kelenjar adrenalin, panas tubuh dan vitalitas tubuh secara umum. Gangguan fungsi cakra ini dapat berwujud sebagai: radang sendi dan reumatik, penyakit darah dan alergi, vitalitas rendah, dan gangguan pertumbuhan.
2). Cakra Sex (Swadistana) titik ini terletak tiga jari di atas daerah kemaluan, cakra ini mengontrol dan memberi energi pada organ seks, kandung kencing dan ureter. Gangguan fungsi dari chakra ini dapat bermanifestasi sebagai: gangguan buang air kecil, impotensi, kemandulan, pembesaran kelenjar prostate dan penyakit seks lainnya.
3). Cakra pusar (Manipura) chakra ini terletak pada pusar titik ini juga mengontrol dan memberi energi pada bagian besar usus seperti: usus besar, usus kecil, mempengaruhi wanita melahirkan, dan usus buntu. Apabila fungsi dari cakra pusar ini terganggu dapat menimbulkan keluhan seperti: sembelit, diare, radang usus buntu, penyakit usus, kesulitan melahirkan dan keluhan rahim.
4). Cakra jantung (Anahatta) terletak pada tengah-tengah dada, cakra ini juga memberi energi serta mengontrol kelenjar thymus, dari sudut medis kelenjar thymus merupakan faktor penting dalam sistem pertahanan tubuh. Cakra ini juga mengontrol diafragma, hati, pankreas, jantung, limpa serta bagian atas tengah dada. Gangguan pada cakra ini dapat menyebabkan terjadinya keluhan-keluhan: penyakit limpa, menurunnya tingkat imunitas, diabetes, hepatitis, penyakit kantung empedu, tingkat kolesterol tinggi, penyakit jantung dan penyakit bagian darah.
5). Cakra tenggorokan (Visudha) terletak pada bagian tengah tenggorokan, cakra ini mengontrol serta memberi energi pada kotak suara atau laring, trakea atau batang tenggorokan, kelenjar gondok dan kelenjar parathyroid. Penyakit yang dapat ditimbulkan akibat tidak seimbangnya prana pada cakra ini adalah: gondok, kehilangan suara dan asma.
6). Cakra dahi (Ajna) terletak diantara tengah-tengah kedua alis, cakra ini mengontrol dan memberi Prana pada kelenjar hipofisis dan dahi. Cakra ini juga disebut pintu kesadaran dimana semua cakra berada pada kontrol sistem endoktrin dan mempengeruhi organ-organ vital. Pusat pikiran kehendak yang lebih tinggi berada pada cakra ini. Kelemahan pada chakra ini dapat menyebabkan penyakit mata, penyakit kelenjar endoktrin, kanker dan gila.
7). Cakra mahkota (Sahasrara) ini terletak pada ubun-ubun dimana dapat dilihat ketika kita masih bayi, chakra ini mempunyai energi paling tinggi dibandingkan dengan chakra-chakra yang lain. Cakra ini juga menarik energi Alam semesta, energi kosmis Tuhan dan membagikannya keseluruh tubuh, cakra mahkota ini berhubungan dengan Jiwa. Ini pula alasannya kenapa foto atau patung orang-orang suci ada semacam cahaya yang melingkari kepalanya sebagai simbul kekuatan spiritual. Cakra mahkota mengontrol dan memberi energi pada otak dan kelenjar pineal, gangguan pada cakra ini dapat menimbulkan penyakit otak yang dapat berwujud penyakit fisik atau fsikologis.
Setiap prana atau energi yang ditarik oleh chakra mahkota selalu dikontrol oleh cakra dahi sehingga sistem sirkulasi dari energi tersebut selalu seimbang. Dalam kasus orang gila sistem prana pada cakra mahkota dan dahi tidak seimbang sehingga orang gila kekurangan kontrol dalam kesadaran pikirannya.

CARA BERMEDITASI
Sebelum mulai meditasi siapkan alas tempat duduk, bisa dari tikar, karpet dan sebagainya; yang penting tidak bersentuhan langsung dengan bumi agar dapat melaksanakan meditasi dengan nyaman.
Berpakaian yang longgar, bersih, santai, dan nyaman; yang penting enak dipakai untuk bermeditasi.
Cucilah muka anda dengan air bersih, ini bertujuan agar segar dalam melakukan meditasi. Namun apabila hal ini tidak memungkinkan tidak jadi masalah.
Kemudian, duduklah dalam posisi bersila, apabila anda mempunyai keluhan sehingga tidak bisa duduk bersila boleh mengambil sikap duduk yang lain yang terpenting santai.
Tegakkan punggung anda agar sejajar dengan leher dan kepala, namun tetap rilek dan santai, jangan memaksakan tegak seperti patung dan kaku.
Letakkan kedua tangan anda pada pangkuan secara rilek dan santai, rasakan seluruh tubuh menjadi rilek dan santai.
Langkah berikutnya ialah menutup mata, mulut dengan perlahan-lahan, pastikan badan anda tetap dalam keadaan tegak lurus dan santai. Lalu lanjutkan dengan berdoa kepada Tuhan, agar meditasi yang kita lakukan dihantarkan pada realisasi Diri Sejati. Sekarang dalam keheningan rasakanlah nafas yang keluar dan masuk secara alami dari kedua lubang hidung kita, jangan dengan sengaja menarik atau mengeluarkan nafas.
Pikiran hanya merasakan nafas yang keluar dan masuk secara alami, hal ini bertujuan agar pikiran kita tenang dalam meditasi.
Selanjutnya setelah pikiran kita tenang rasakanlah gejolak yang terjadi pada jiwa dan pikiran kita, mungkin gelisah, bingung, sedih, menangis, apapun kita tinggal merasakan dan mengikuti rasa itu, jangan ditahan, lepaskan semua dalam meditasi.
Jangan mencoba untuk menganalisa sensasi itu dengan pikiran logika darimana datangnya, ketika muncul rasakan, muncul rasakan, itu saja.
Tetaplah diam dan terkonsentrasi dengan rilek, apabila pikiran kacau kembalilah konsentrasi pada jalannya nafas secara alami.
Untuk mengakhiri meditasi kita tariklah nafas perlahan-lahan, lalu keluarkan juga perlahan-lahan, lakukan hal ini beberapa kali. Lalu berodalah penuh syukur kepada Tuhan karena telah dituntun dalam meditasi. Bukalah mata perlahan-lahan serta sadarlah dimana kita berada, lakukan meditasi ini dengan santai dan tanpa dipaksa oleh waktu atau kepentingan lainnya.
Meditasi selesai.

PENUTUP
Kesadaran pikiran akan tumbuh subur melalui meditasi. Melalui meditasi pancaran batin menjadi cerah dan jiwa damai bersemi di sana, menyatu dengan alam dan penciptanya.

Bali, 13 Februari 2007
Oleh: Sudarma