Oleh: Sudarma

Om Swastyastu
Agama–agama memiliki persamaan dan perbedaan. Agama- agama pada dasar nya memiliki fungsi yang sama. Agama-agama memberikan kita jalan untuk berhubungan dengan diri kita sendiri dan untuk berhubungan dengan lingkungan, makhluk hidup dan alam di sekitar kita, yaitu etika dan moral. Agama- agama juga mewajibkan kita untuk menghormati hidup, hidup kita sendiri dan hidup orang lain.
Tapi bagaimana hubungan itu dilakukan, bagaimana kewajiban itu dilaksanakan, masing- masing agama memiliki cara serta aturannya sendiri. Tiap- tiap agama memiliki kitab sucinya sendiri, ajaran-ajarannya sendiri, ibadahnya sendiri, tokoh-tokoh nya dan sejarahnya sendiri. Bahkan pandangan mereka masing-masing tentang Tuhan juga berbeda. Inilah sebabnya mengapa ada agama Hindu, agama Buddha, agama Shinto, agama Kong Hu Chu, agama Tao, agama Islam, agama Kristen, dan agama Yahudi.

Pada umumnya agama Hindu atau orang Hindu karena sikapnya yang sangat toleran, lebih suka menekankan persamaan – persamaan agama. Namun kadang kala ini kan membawa kita pada suatu kesalahan lain yaitu mengabaikan aspek- aspek khusus dari masing – masing agama yang menjadi ciri khas dan identitas dari masing- masing agama tersebut. Adanya agama – agama tertentu percaya pada takdir dimana nasib manusia sepenuhnya telah ditentukan oleh Tuhan. Agama Hindu percaya pada hukum karma dimana nasib manusia ditentukan oleh manusia itu sendiri. Ada agama yang percaya manusia hanya hidup sekali, setelah mati, menunggu hari kiamat. Pada saat itu manusia dibangkitkan kembali untuk diadili. Agama Hindu percaya akan adanya reinkarnasi dimana manusia lahir kembali, diberikan kesempatan untuk menyempurnakan dirinya.

Perbedaan antar agama adalah suatu fakta yang harus diketahui. Agar kita tidak mencampuradukkan agama. Ibarat orang bertetangga, pagar yang baik atau tanda batas yang tegas justru akan mencegah tetangga itu bertengkar, perbedaan bukan untuk dipertengkarkan tapi untuk saling memperkaya wawasan.

Beberapa kelompok orang menggolongkan agama menjadi dua katagori atau dua kelompok, yaitu agama langit dan bumi. Ada yang menggolongkan menjadi agama hukum dan agama pembebasan. Ada penggolongan agama berdasarkan wilayah asal kelahiran agama- agama tearsebut. Kecuali penggolongan yang terakhir, dua penggolongan sebelumnya bersifat sangat subyektif . Setiap pemeluk agama dapat membuat penggolongan berdasarkan ukuran-ukuran yang ditetapkannya sendiri dengan maksud menempatkan agamanya pada kedudukan yang paling tinggi. Penggolongan agama langit atau dapat juga disebut “ Samawi ” katanya agama yang dibentuk berdasarkan wahyu Tuhan. Agama bumi atau agama alamiyah katanya berdasarkan renungan manusia. Siapa saja dapat mengatakan bahwa agamanya adalah agama wahyu sedangkan agama orang lain adalah agama buatan manusia.

Agama Hindu bukanlah agama dogmatik, agama Hindu adalah agama yang terbuka , artinya keyakinan – keyakinan Hindu dapat ditafsirkan sesuai dengan semangat zaman. Agama- agama yang dogmatik sangat menekankan kepada “ Iman” yang bersifat dogma, yang harus dipercayai begitu saja, sekalipun tidak dapat dipahami dengan akal. Agama Hindu adah agama yang menekankan pada amal, perbuatan – perbuatan yang baik dan benar. Agama dogmatik bisa membuat manusia memisah antara ibadah dengan perbuatan. Agama Hindu menyatukan keyakinan dengan perbuatan , iman dengan amal.

Keyakinan dan ibadah itu harus tercermin dalam tingkah laku sehari-hari. Orang yang beragama dituntut untuk bertingkah laku pantas di masyarakat. Agama dogmatik cenderung menimbulkan fanatisme buta. Biasanya hal ini membuat suatu pengertian bahwa agamanya sendiri yang benar, agama orang lain salah. Agama Hindu, karena menekankan pada amal, bersifat sangat toleran. Agama Hindu menghormati kebenaran dari manapun datangnya. Kita tidak mungkin mengetahui agama seseorang hanya dengan melihat tingkah laku atau sikap hidupnya. Tapi seorang Hindu wajib mencerminkan ajaran- ajaran Hindu dalam kehidupannya. Untuk dapat melakukan ini seorang Hindu harus mengetahui agama Hindu secara baik.

Om Santih Santih Santih Om