Oleh: I Wayan Sudarma

Om Swastyastu
Anak: “Setiap orang selalu ingin menjaga hatinya agar tenang. Namun, sayang sekali cara yang ditempuh seringkali dengan cara menyakiti hati orang lain. Mungkin banyak orang berpikir itulah cara yang tepat untuk melindungi ketenangan hatinya, bagaimana pendapat guru? Mohon penjelasannya!”

Guru: “Nak, kebahagiaan dan ketenteraman hidup memang bermula dari keadaan batin, ketenangan batin yang mendalam. Dan itu diperoleh bila orang selalu bersikap menerima segala peristiwa dalam hidup dengan berlapang dada, dengan penyerahan diri total di atas sebuah keyakinan bahwa hidup ini berada di bawah Kuasa Tuhan Yang Maha Baik. Oleh karena itu, apabila orang mampu mengalahkan kebencian dan keinginan untuk menyakiti sesama dengan daya pengampunan maka kebahagiaan dan ketenangan yang dicapai akan lebih besar lagi…inilah kunci dari ajaran Kasih.”

~Dalam hal mengampuni sering orang pikirkan untuk mengubur segala kesalahan orang. Barangkali benar untuk sebuah sikap akhir dari sebuah proses yang semestinya dilalui. Untuk pendewasaan semua pihak, segala hal yang tidak baikpun hendaknya diungkapkan, hidup harus berani dievaluasi. Untuk apa? Untuk sebuah proses penyembuhan dan perbaikan dalam hidup. Memang prosesnya seringkali tidak menenteramkan hati~

Om Santih Santih Santih Om

Written & Posted by: Sudarma