Oleh: I Wayan Sudarma

Om Swastyastu
Suara-suara yang berasal dari Hati yang suci dan murni, yang tidak ditambah dan dikurangi oleh Antah Catustaya, adalah suara-suara kebenaran, kejujuran, dan hati nurani. Suara –suara tersebut merupakan simponi musik Atma, yang mendendangkan irama keberadaan, kesadaran, kasih, dan kebahagiaan. Suara-suara tersebut merupakan gembala, yang dapat menuntun umat manusia menempuh jalan kebenaran (dharma). Suara-suara tersebut merupakan suara Ilahi, yang dapat memberi makanan terhadap rohani dan menyejukkan jiwa-jiwa yang sengsara. Suara-suara tersebut dapat memurnikan polusi udara, yang diakibatkan oleh suara-suara palsu dan kebohongan. Suara-suara tersebut merupakan obat, yang dapat menyembuhkan penyakit Bhava Rogha (phisik, psikis, mental, emosi) umat manusia. Suara-suara tersebut merupakan ungkapan kedamaian, ketenteraman, ketenangan, kenyamanan, dan kebahagiaan bagi jiwa-jiwa terjaga.

Suara-suara di dalam Hati individu, frekwensinya sangat rendah.
Suara-suara di dalam Hati individu, iramanya sangat dinamis dan konsisten.
Suara-suara di dalam Hati individu, nadanya menggetarkan ke-Ilahian.
Suara-suara di dalam Hati individu, dapat membangkitkan kesadaran.
Suara-suara di dalam Hati individu, dapat membangunkan ke-Dewataan.
Suara-suara di dalam Hati individu, setelah keluar melalui mulut menjadi Gaduh.
Suara-suara di dalam Hati individu menjadi Umpatan.
Suara-suara di dalam Hati individu, menjadi Cacian.
Suara-suara di dalam Hati individu, menjadi Makian.
Suara-suara di dalam Hati individu, menjadi Doa.
Suara-suara di dalam Hati individu, menjadi Hiburan.
Suara-suara di dalam Hati individu, menjadi Pujian.
Suara-suara di dalam Hati individu, menjadi Sanjungan.
Suara-suara di dalam Hati individu, menjadi Tirtha (Air Suci) Penyegar.
Suara-suara di dalam Hati individu, menjadi suara Kosmik.

Om Santih Santih Santih OM
Jakarta 07-6-2011

Written & Posted by: Sudarma