(Sebagai Media Pecaruan Yang Praktis Dan Ahimsa Karma)

Oleh: I Wayan Sudarma (Shri Danu Dharma P.)

Om Swastyastu

Pengertian:
Secara umum Bhumi Suddha dapat diartikan: sebagai sebuah usaha yang dilakukan oleh manusia Hindu agar tetap terjaganya kondisi Bhuana Agung dan Bhuana Alit yang diliputi oleh kesucian, kedamaian dan keharmonisan. Karena kondisi yang damai dan aman memungkinkan manusia untuk beraktivitas sesuai dengan dharma

Banten Bhumi Suddha

nya. Banten Bhumi Suddha diwariskan oleh leluhur kita adalah untuk menjawab semua tantangan bahwa umat Hindu yang semakin lama semakin kritis, terutama antara ajaran Ahimsa dan Dharma Vighata. Hindu adalah agama yang fleksibel dan luwes ini dibuktikan dengan adanya banten Bhumi Suddha yang memiliki fungsi sama dengan pecaruan yang hingga kini masih menggunakan berbagai binatang sebagai bahan/upakaranya. Bahkan menurut beberapa praktisi spiritual, baik pandita maupun pinandita yang telah menggunakan Bhumi Suddha sebagai media pecaruan mengatakan bahwa: ’Bhumi Suddha’ dapat menghasilkan energi spirit yang lebih besar dan lebih murni’, jika dibandinkan dengan pecaruan yang masih menggunakan binatang. Namun hal tersebut kembali lagi tergantung kepada keyakinan dan kepuasan bhatin umat yang menjadi Yajamana dari upacara tersebut.

Tandingan Banten Bhumi Suddha:
Banten Bhumi Suddha; Alasnya dapat menggunakan Ngiyu/ tampah yang agak besar, kemudian diatasnya sebuah kain putih (-/+ 1/5 mtr) ditulisi dengan Aksara Dasa Bhayu, kulit sesayut yang bundar kemudian disusun dari bawah yaitu Pala bungkah seperti ubi, talas, singkong, kentang, dan lain sebagainya. Berbagai jenis bumbu dapur lengkap masing-masing dialasi dengan ceper yang kecil, berbagai jenis kacan-kacangan juga dialasi dengan ceper kecil, beras empat warna dialasi dengan ceper kecil diletakkan sesuai dengan warna arah mata angin, berbagai jenis sayur-sayuran seperti mentimun, jagung, terong, jantung pisang, kacang-kacangan, diatur mengelilingi tampah, buah-buahan secukupnya, kue secukupnya. Di tengah-tengah diisi sebuah daksina (tanpa telor) 1, banten peras 1, soda 1, penyeneng 1, pasucian 1, ketipat 1 kelan, sampyan nagasari 1, canang sari 1, tebu batangan 1, seikat padi dipasang mengelilingi tampah/ngiyu.

Banten Bhumi Suddha dapat berdiri sendiri seperti untuk Ngeruak pekarangan, Mecaru setelah upacara kematian, untuk memagari rumah secara niskala, dan atau menyertai berbagai upacara yang lain, seperti upacara Melaspas rumah ataupun pelinggih.

Banten Bhumi Suddha memiliki beberapa keuntungan yaitu:
1). Bahan mudah dan murah (praktis efisien dan efektif).
2). Mengedepankan ajaran Ahimsa.
3). Semua orang dapat membuat dan melasanakanya.
4). Langsung menuju sasaran dari tujuan upacara tersebut (tepat guna).
5). Mempunyai kekuatan spirit yang tinggi dan lebih murni (Sattvam).
6). Multi fungsi dan multi guna.

Mantram Banten Bhumi Suddha:

Om bhuvana-adhyaksaya namah
Om bhukti-mukti-phala-pradaya namah
Om caru-shilaya namah
Om caru-rupaya namah
Om caru-candra-nibhananaya namah
Om nidhaye’ namah
Om nikhila-shastra-jnaya namah
Om niti-vidya-dhuram-dharaya namah
Om sarva-laksana-sampannaya namah
Om sarva-vaguna-varjitaya namah
Om samana-adikanir-muktaya namah
Om sakala-gamaparagaya namah
Om bhrigave’ namah
Om bhoga-karaya namah
Om bhumi-sura-palana-tat-paraya namah
Om manasvine namah
Om manadaya namah
Om manyaya namah
Om mayatitaya namah
Om maha-yashase’ namah
Om bali-prasannaya namah
Om abhaya-daya namah
Om baline namah
* Mantra di atas pengastawa ke hadapan Ibu pertiwi yang menganugerahkan sarwa tumuwuh, sarwa prani, sarwa gumatat-gumitit.

Setelah itu lanjutkan dengan mantra  Memohon Tirtha Kehadapan Ibu Pertiwi dengan Pertiwi Stawa yang sudah Umum:

Om pertiwi sariram dewi, catur dewa mahadewi,
catur asrami bhatari, siwa bumi mahasidhi
Om ring purwa ksiti Basundari, siwa patni putra yoni,
Uma durga gangga dewi, brahma bhatari wisnawi
Om maheswari hyang kumari, gayatri bhairawi gauri,
Arsa sidhi maha, Indra Nicambuni dewi
Om akasa siwa tattwa ya namah swaha
Om pertiwi dewi tattwa ya namah swaha

Wusan nika wawu ayabang antuk mantra pamurtian dasa bhayu:

Om I A KA SA MA RA LA WA YA HUNG PHAT ASTRA YA NAMAH
Om I YAKSA MARA YA WINASAYA
Om YAKSA YA MARA YA LAWA YA WINASANAM
Om MARALAWA I YAKSA YA PHAT HUNG PHAT NAMAH

* Setelah selesai lalu tirtha dipercikkan…baik tirtha yang dari pelinggih maupun yang dari banten bhumi suddha…selanjutnya  tirtha dipercikkan ke seluruh pekarangan….atau ke tempat-tempat yang diupacari….
* Akhirnya  banten bhumi suddha di tanam pada tempat yang telah disedikan sebelumnya…kain putih yang ditulisi/mesurat dasa bhayu diletakkan  paling atas sebagai rurub/tutup banten bhumi suddha…setelahnya baru ditimbun dengan tanah.

Banten Bhumi Suddha

Penutup:
Demikian sekilas tentang banten Bhumi Suddha, semoga ada manfaatnya dan rohani kita semua semakin meningkat. Selamat mencoba dan mempraktikkan keampuhan dan manfaat dari banten Bhumi Suddha.

Om Santih Santih Santih Om
Sumber:
* Purva Bhumi Kamulan-Koleksi Pribadi
* Ngartaaken Bhumi Lambha-Warisan Leluhur Hindu Sunda Wiwitan
* Kala Tattwa-Koleksi Pribadi
* Tenger Linuh-Koleksi Pribadi

Written & Posted by: Sudarma