Om Swastyastu
Megat Roh /Megat Ruh, artinya putusnya nyawa dari raga.
Jika pegat tanpa aruh-aruh.
Tandanya ajal akan tiba sekonyong-konyong.
Tanpa kompromi sehingga manusia banyak yang disesali.
Sudah terlambat untuk memperbaiki diri.
Terlanjur tak paham jati diri.

Selama ini menyembah Tuhan penuh dengan pamrih dalam hati,
Lebih karena takut neraka
Dan berharap-harap pahala sorga dan ataupun moksa.

Kaget setengah mati saat mengerti kehidupan yang sejati.
Betapa kebaikan di dunia menjadi penentu yang sangat berarti.
Untuk menggapai kemuliaan yang sejati dalam kehidupan yang asal yang abadi.
Duh Hyang Maha Welas Asih…..mengapa jadi begini…??
Kenapa diri ini sewaktu masih muda hidup di dunia fana,
Sewaktu masih kuat dan bertenaga,
Namun tidak melakukan kebaikan kepada sesama.

Menyesali diri, ingat dulu kala telah menjadi durjana.
Sembahyangnya rajin namun tak sadar sering mencelakai
Dan menyakiti hati sesama manusia.
Kini telah tiba saatnya menebus segala dosa,
Sedih sekali ingat tak berbekal pahala.

Harapan akan masuk sorga,
Telah sirna tertutup bayangan neraka menganga di depan mata.
Di saat ini manusia baru menjadi saksi mati,
Betapa penyakit hati menjadi penentu dalam meraih kemuliaan hidup yang sejati.
Manusia tak sadar diri sering merasa benci, iri hati, dan dengki.
Seolah menjadi yang paling benar,
Apapun tindakannya ia merasa paling pintar,
Namun segala keburukannya dianggapnya demi membela diri.

Kini dalam kehidupan yang sejati,
Sungguh baru bisa dimengerti,
Penyakit hati sangat merugikan diri sendiri.
Duh Hyang Agung….!
Saat Roh….pegat dari wadagnya.

Om Santih Santih Santih Om
Oleh: Jro Mangku Danu

20140604-183741-67061104.jpg