Om Swastyastu
Bila usia telah uzur, datanglah penyesalan. Manusia menoleh ke belakang (mungkur) merenungkan apa yang dilakukan pada masa lalu. Manusia terlambat mengkoreksi diri, kadang kaget atas apa yang pernah ia lakukan, hingga kini yang ada tinggalah menyesali diri.
image

Kenapa dulu tidak begini tidak begitu. Merasa diri menjadi manusia renta yang hina dina sudah tak berguna. Anak cucu kadang menggoda, masih meminta-minta sementara sudah tak punya lagi sesuatu yang berharga. Hidup merana yang dia punya tinggalah penyakit tua.
image

Siang malam selalu berdoa saja, sedangkan raga tak mampu berbuat apa-apa. Hidup enggan mati pun sungkan. Lantas bingung mau berbuat apa. Ke sana-ke mari ingin belajar sastra aji, tak tahu jati diri, memalukan seharusnya sudah menjadi guru aji. Tabungan menghilang sementara penyakit kian meradang. Lebih banyak waktu untuk telentang di atas ranjang. Jangankan teriak lantang, anunya pun sudah tak bisa tegang, yang ada hanyalah mengerang terasa nyawa hendak melayang. Sanak kadhang enggan datang, karena ingat ulahnya di masa lalu yang gemar mentang-mentang. Rasain lho sebentar lagi menjadi watangan..!!
image

Untuk itu, selagi masih muda dan ada waktu, hendaknya tidak menghambur-hamburkan kesempatan dan tidak berbuat kebajikan. Karena rasa sesal kadangkala tak lagi bermanfaat tatkala usia dan nafas terakhir telah diujung hidung.

Om Santih Santih Santih Om
Oleh: Jro Mangku Danu