Ketulusan

Om Swastyastu

Disarikan dari  berbagai sumber  oleh: seorang pengembara pencari Amrtha

Ada dua orang yang berrsahabat hidup di sebuah kota yang cukup terkenal, mereka telah lulus dari sebuah Pasraman yang ada di kota itu

Masing-masing dari mereka telah bekerja dan berumah tangga, seorang dari mereka menjadi petani bersahaja, dan seorang lagi menjadi pengusaha.

Suatu hari mereka berjumpa dan mengungkapkan kerinduannya terhadap guru dan Pasraman dimana mereka pernah menuntut ilmu, dan akhirnya mereka sepakat dalam waktu dekat ini untuk berkunjung ke Pasraman .

Setibanya di rumah mereka menceritakan niatnya kepada keluarga untuk mengunjungi guru dan Pasramannya, istri dan anak-anaknya sangatlah gembira mendengar hal ini.

Si petani dengan penuh semangat mencabut beberapa pohon singkong yang ada di kebunnya lalu dibersihkan dan diikatnya dengan rapi, kemudian mengajak keluarganya pergi menemui gurunya di Pasraman.

Setibanya di asrhram mereka disambut & dilayani dengan ramah, mereka terlihat riang sekali setelah sekian lama tidak berjumpa. Si petani juga menyerahkan Guru Daksina berupa singkong yang dihasilkan dari kebunnya.

Setelah sekian lama di Pasraman tiba saatnya si petani ini kembali ke rumah karena hari memang sudah sore, lalu gurunya memberikannya dua ekor kambing jantan dan betina. “ semoga dengan ini kalian akan menjadi lebih baik” pesan gurunya…!

Di tengah perjalanan pulang si petani bertemu dengan sahabatnya yang pengusaha itu.  Si petani menceritakan bahwa mereka baru saja pulang dari Pasraman dan kambing yang mereka bawa adalah pemberian gurunya.

Si pengusaha bertanya “ memangnya kalian membawa apa ke Pasraman kok  guru sampai memberimu dua ekor kambing ?” “kami hanya membawa singkong hasil kebun…….kalau ditimbang paling-paling ada lima kilogram……jawab si petani dengan lugu”

Begitu ya……sambung si pengusaha. Setelah itu akhirnya mereka berpisah kembali ke rumah masing-masing. Setibanya di rumah si petani bersyukur kepada Hyang Widhi atas anugerah yang telah dilampahkanNya untuk mereka.

Si pengusaha bercerita kepada istrinya kalau si petani telah diberikan dua ekor kambing oleh gurunya setelah si petani datang ke Pasaraman membawa beberpa kilogram singkong. Dalam pikiran si pengusaha…… bawa singkong dapat kambing……..saya harus bawa kambing agar dapat kerbau………! Gumannya.

Keesokan harinya si pengusaha juga datang ke Pasraman dengan keluarga sembari membawa dua ekor kambing yang ia beli dari pasar. Setibanya di Pasraman merekapun disambut dan dilayani dengan ramah. Mereka terlibat percakapan hingga sore, dan tiba saatnya bagi mereka untuk pamit. Sambil berharap senang dan cemas…..bayangan kerbau sudah semakin jelas terppampang, yang sebentar lagi akan diberikan gurunya……

Kemudian gurunya berkata: “ anakku di Pasraman tidak ada apa-apa tapi saya berikan ini semoga kalian berbahagia”  lalu gurunya memberikan  bungkusan yang didalamnya berisi singkong.

Renungan:

Siapa saja yang dengan penuh bhakti berbuat dan  memuja tuhan dengan tulus dan ikhlas….tuhan akan melindungi apa yang menjadi milikinya dan akan melimpahkan karunia yang berlimpah kepada bhakta-nya

Tetapi yang berbuat karena motif akan pahala belaka, tanpa melandasinya dengan hati yang suci niscaya mereka hanya akan menuai kekecewaan dan penderitaan

Kerahkan seluruh raga untuk bekerja tapi jangan jauhkan hati dengan tuhan

Your hand on work  but your heart on God

Memang………susah………berat………. Berbuat tulus tapi  jika kamu tidak mulai hari ini……….kapan lagi…? Let’s        do    for      it…!!

Om Santih Santih Santih Om

Created & offer by: I Wayan Sudarma (Jro Mangku Danu)