Oleh: I Wayan Sudarma, S.Ag

Om Swastyastu

Pangunyan sasih terdiri dari dua kata yaitu Pangunyan dan sasih. Pangunyan berasal dari kata “unya” mendapat sengau “ng” kemudian mendapt awalan “an” (pa + ng + unya + an). Uya (ngunya) artinya berkunjung. Sasih berarti bulan. Pangunyan sasih artinya kunjungan bulan. Yang dimaksud adalah kunjungan suatu bulan (sasih) tertentu kepada bulan yang lainnya sehingga terjadi perubahan sifat bulan yang mengakibatkan perubahan musim. Misalnya sasih kanem ngunya kapitu (Kanem-kapitu) artinya bulan kanem mengambil sifat bulan katujuh (Kamus Bali Indonesia, 1978: 631).

Contoh lain sasih katiga ngunya sasih kanem artinya sasih katiga mengambil sifat sasih kanem sehingga nampak di dalam ciri dari masing-masing sasih itu, seperti sasih katiga cirinya panas dan sasih kanem cirinya turun banyak hujan. ada sasih yang demikian itu akan tampak sesaat panas yang keras dan kadang-kadang terjadi hujan yang amat deras. Pangunyan sasih berguna untuk  mengetahui perubahan-perubahan cuaca  terutama dalam pangunyan sasih yang kontras.

Adapun dasar perhitungan untuk  mengetahui pangunyan sasih adalah rah pangunyan. Untuk mendapat rah pangunyan caranya tahun Saka dibagi 12 (dua belas), sisa pembagian itulah disebut rah pangunyan.Untuk mendapatkan tahun Saka adalah tahun Masehi dikurangi 78, karena perbedaan kedua tahun ini adalah 78 tahun. Jadi misalnya pada tahun 1992, maka tahun Sakanya adalah 1992- 78 = 1914.

Keterangan:

  1. Kolom 1-12 adalah sisa dari tahun caka dibagi 12. Apabila caka itu habis dibagi 12 atau tidak bersisa, maka ini berarti bersisa 12, bukan 0 karena pada kolom itu tidak ada kolom 0.
  2. Sasih kasa, bila tahun caka dibagi 12, sisanya satu (1) berarti sasih kasa ngunya kapat (karena di bawah kolom satu (1) terdapat angka 4. Apabila sisanya 6 ini berarti sasih kasa ngunya ke sanga (9) karena di bawah kolom 6 terdapat angka 9 yang berarti sasih kasanga demikian seterusnya.
  3. Sasih kasanga, bila tahun caka dibagi 12 sisanya (1) satu berarti sasih kasanga ngunya kapat, dan apabila sisanya sebelas (11) maka ini berarti sasih kasanga ke sada (12).
  4. Pangunyan sasih akan memugelang atau kembali kepada yang pertama selama 12 tahun sekali.

Sumber bacaan:

  1. Panitia Panyusunan Kamus Bali – Indonesia, Dinas Pengajaran Propinsi Daerah Tingkat I Bali, 1978.
  2. Guweng, I Ketut, Sarining Wariga, 1975.
  3. Rawi, I Ketut Bangbang Gde, Kunci Wariga, 1967

Om Santih Santih Santih Om

Advertisement