Oleh: I Wayan Sudarma, S.Ag
Om Swastyastu
Seperti halnya wewaran, wuku, tanggal panglong semuanya mempunyai perhitungan ala-ayu (baik-buruk) maka sasihpun mempunyai perhitungan ala ayu. Misalnya pada waktu bergerak saat wiswayana (saat berada di tengah) kemudian bergerak ke utara (uttarayana) dan kemudian bergerak ke arah selatan (daksinayana).
Maka secara umum sasih uttara yana dianggap sasih yang bersih dan daksina yana dianggap sasih kotor karena jatuh pada bulan atau sasih kanem, kapitu, kawulu adalah sasih yang baik untuk nangkluk merana atau membuat uapacara bhuta yajña.
Di samping itu pula sasih secara khusus mempunyai perhitungan ala-ayu (baik-buruk). Di dalam kitab Penuntun Indik Padewasan / Wariga ala ayuning sasih untuk upacara perkawinan dijelaskan sebagai berikut:
- Kasa = kawon; pianake kasengsaran
- Karo = kawon; dahat tiwas
- Katiga = madia; akeh maduwe pianak
- Kapat = becik; sugih rendah
- Kalima = becik; tan kirang sangu
- Kanem = kawon; balu
- Kapitu = becik; pulih keselamatan
- Kawulu = kawon; kapegatan sangu
- Kasanga = kawon pisan; tan pegat manggih duka mahabara
- Kadasa = becik pisan; sugih rendah suka wirya
- Desta = kawon; manggih wirang
- Sadha = kawon; kasakitan (I Wayan Tusan, 1974: 35).
Maksudnya: Perkawinan yang dilakukan pada sasih:
- Kasa = buruk; anak ditimpa kemelaratan
- Karo = buruk; amat miskin
- Katiga = sedang; banyak mempunyai anak
- Kapat = baik; kaya dan tersohor
- Kalima = baik; tidak kurang makanan
- Kanem = buruk; janda duda
- Kapitu = baik; mendapat keselamatan
- Kawulu = buruk; kekurangan makanan
- Kasanga = amat buruk; tidak putus-putusnya menemui kesedihan yang amat keras/panas
- Kadasa = amat baik; kaya tersohor
- Desta = buruk; sering cekcok
- Sadha = buruk; sering sakit-sakitan
Demikian beberapa contoh dalam upacaraperkawinan, sudah tentu dalam upacara yang lain akan mempunyai perhitungan tersendiri seperti misalnya pada sasih kanem tidak baik untuk perkawinan tetapi baik untuk upacara nangluk merana, sasih karo baik untuk pitra yajña, sasih caitra baik untuk bhuta yajña. Sasih kapat dan kadasa baik untuk upacara dewa yajña, sehingga saat purnamaning kapat dan kadasa kita melihat umat Hindu melaksanakan upacara odalan pada pura-pura besar seperti : khayangan jagat, sad khayangan, dang khayangan, khayangan tiga dan sebagainya. Masih banyak lagi padewasan memperhitungkan ala ayuning sasih.
Sumber Bacaan:
Tusan. I Wayan; Penuntun Indik Padewasan, 1974.
Om Santih Santih Santih Om